Budidaya Ikan Lele

Lele merupakan salah satu jenis ikan yang banyak digemari banyak orang karena dagingnya yang lezat dan enak untuk dikonsumsi. Selain itu, cara budidayanya pun sangat mudah, begitu juga dengan perawatannya.

Meski demikian, Anda tetap harus memperhatikan beberapa hal sebelum Anda membudidayakan lele. Contohnya antara lain adalah memilih bibit yang unggul, menyiapkan kolam sebagai tempat tinggal lele dan cara-cara untuk perawatan dari awal penebaran benih hingga masa panen.

Persiapan budidaya lele

cara memilih bibit lele

Berikut ini adalah beberapa persiapan yang harus dilakukan untuk melakukan budidaya ikan lele:

1. Menyiapkan kolam

Berikut ini adalah beberapa tips untuk melakukan ternak lele. Langkah pertama adalah membuat kolam sebagai tempat budidaya lele. Lahan yang baik adalah aksesnya mudah, sumber air dekat dan jauh dari pemukiman penduduk. Hal ini dikarenakan budidaya lele dapat menimbulkan bau.

Setelah lahan digali dan diberi terpal maka dilakukan pengapuran dengan tujuan untuk mencegah lele terkena serangan penyakit. Air dimasukkan ke dalam kolam lalau didiamkan sekitar 4 hari baru dimasukkan benih lele

2. Memilih ikan lele untuk bibit

Dalam memilih bibit lele maka beberapa hal yang harus diperhatikan adalah tubuhnya seimbang, bebas dari cacat, tubuhnya mengkilap, aktif bergerak dan sungutnya cerah. Selain itu, Anda juga harus memilih bibit yang berukuran seragam, yaitu 5-7 cm.

3. Mengetahui syarat hidup lele

Memperhatikan kualitas air, hal ini dikarenakan kualitas air berpengaruh terhadap pertumbuhan lele

Suhu yang dibutuhkan untuk tempat tinggal lele adalah 26° – 32°C. Suhu berkaitan dengan suhu yang rendah dapat menghambat proses pencernaan, sedangkan pada suhu yang hangat pencernaan akan berlangsung cepat.

Lokasi. Lele dapat hidup di banyak tempat dengan catatan kondisi pH stabil antara 7-8.

4. Menebar bibit lele

Salah satu cara untuk menebar bibit lele adalah dilakukan pada sore atau pagi hari. Tujuannya adalah agar lele tidak mati karena terkena sinar matahari di siang hari. Caranya adalah dengan memasukkan lele pada wadah plastik lalu wadah tersebut dimiringkan dan benih secara perlahan dimasukkan ke dalam kolam yang telah dibuat.

Jenis lele yang mudah dibudidayakan

Lele ada banyak jenis, yang paling mudah dibudidayakan salah satunya adalah lele sangkuriang. Akhir-akhir ini banyak para budidaya ikan lele yang menyukai jenis sangkuriang. Hal ini dikarenakan lele tersebut memiliki banyak kelebihan, antara lain adalah sebagai berikut:

  • Memiliki produktivitas yang tinggi
  • Dagingnya lebih tinggi
  • Resisten terhadap penyakit
  • Teknik budidayanya mudah

Pakan Untuk Budidaya Ikan Lele

pakan untuk ikan lele

1. Pemberian Pakan Utama

Pakan ikan lele kaya akan protein. Kebutuhan nutrisi ikan lele antara lain adalah protein 30%, lemak 4-16%, karbohidrat 15-20%, vitamin dan mineral. Makanan yang diberikan kepada lele dalam sehari sebanyak 4-5 kali. Anda dapat memberi pakan lele setiap pagi, siang, sore dan malam.

2. Pemberian Pakan Tambahan

Anda dianjurkan untuk memberikan pakan tambahan untuk menghemat biaya yang dikeluarkan. Anda dapat menggunakan beberapa bahan berikut ini sebagai makanan tambahan bagi lele. Bahan tersebut antara lain adalah keong mas dan limbah ayam yang sebelumnya telah diolah menjadi pakan yang layak untuk lele.

Anda juga disarankan agar selalu tepat dalam memberi makan. Jika tidak hal ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan lele. Selain itu, lele merupakan salah satu hewan kanibal sehingga jika telat memberi pakan maka ikan yang besar akan memakan ikan-ikan yang masih kecil.

Pengelolaan Air

Dalam budidaya lele sangat penting untuk menjaga kualitas air dan derajat keasaman air agar lele dapat tumbuh optimal. Salah satu upaya agar menjaga kualitas air maka Anda dapat melakukan pemberian pakan yang tidak berlebihan. Mengapa? Kelebihan pakan dapat membusuk dan menimbulkan gas amonia atau hidrogen.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama yang mengganggu dalam proses budidaya ikan lele antara lain adalah seperti ular, sero, burung dan lain-lain. Hewan-hewan tersebut adalah predator yang dapat membahayakan ternak lele Anda.

Berbagai jenis penyakit pada lele dapat disebabkan baik oleh virus maupun bakteri dan protozoa. Mikroorganisme tersebut dapat mengancam keselamatan budidaya lele Anda. Hal ini dikarenakan dapat menyebabkan timbulnya bintik putih, perut kembung dan timbulnya luka di kepala serta ekor.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena semua jenis penyakit tersebut dapat dicegah dengan cara menjaga kualitas air, menyeimbangkan jumlah pakan agar tidak terjadi penimbunan pakan di kolam. Selain itu, Anda dianjurkan untuk membersihkan kolam secara berkala dan menjaga suhu kolam agar selalau stabil, yaitu sekitar 28°C.

Panen Budidaya Ikan Lele

Ikan lele dapat dipanen setelah berumur 2,5 hingga 3,5 bulan. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan patokan ukuran dalam 1 kg maka di dalamnya terdapat 9-12 ekor lele.

Metode ternak lele

Ada beberapa cara untuk ternak lele, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Bioflok

Salah satu kelebihan teknik budidaya lele dengan sistem bioflok adalah dapat menghemat pakan lele, pertumbuhan ikan lele seragam ukurannya, meningkatkan kecepatan pertumbuhan sehingga masa panen lebih cepat, mencegah timbulnya penyakit sehingga ikan menjadi lebih sehat.

Salah satu kekurangan metode bioflok antara lain adalah harus membutuhkan probiotik agar terbentuk folk, membutuhkan oksigen yang tinggi, membutuhkan bahan baku starter yang mengandung karbon dan menjaga agar air kolam selalu mengaduk yang dapat Anda lakukan menggunakan aerator.

2. Kolam terpal

Kolam terpal adalah kolam yang digunakan sebagai tempat untuk budidaya lele menggunakan bahan terpal. Kolam ini bersifat sementara atau tidak permanen. Berikut adalah beberapa kelebihan menggunakan kolam terpal untuk budidaya lele:

  • Menghemat biaya pembuatan kolam tempat budidaya lele
  • Mencegah adanya serangan hama dan penyakit
    Hal ini dikarenakan pada kolam terpal hama dan sumber penyakit tidak mudah berkembangbiak. Berbeda dengan budidaya di kolam seman atau di tanah. Pada kedua tempat tersebut hama mudah menempel dan berkembangbiak.
  • Persentase hidup lebih lama
    Hal ini dikarenakan pada kolam terpal air dapat terkontrol dengan baik sehingga hama penyebab penyakit dapat dicegah.
  • Pekerjaan menjadi lebih mudah
    Hal ini dikarenakan dari awal budidaya, penyebaran benih, perawatan hingga panen sangat mudah untuk dilakukan, Cara membersihkan kolamnya pun sangat mudah sehingga dapat Anda jadikan sebagai usaha tambahan tanpa mengganggu pekerjaan utama Anda,
    sangat cocok digunakan pada tempat yang kondisi airnya kekurangan

Kekurangan Menggunakan Kolam Terpal

  • Air kolam sering menimbulkan bau karena tidak ada bakteri pengurai sehingga sisa pakan membusuk dan mengendap di dasar terpal.
  • Cepat rusak dan bocor karena bahannya terbuat dari plastik

3. Tambak

Kelebihan dengan menggunakan sistem ini antara lain adalah tidak mudah rusak karena kolam bersifat permanen. Sedangkan kekurangan dari sistem ini salah satunya adalah harus dekat dengan sumber air.

Leave a Comment