Lele Sangkuriang

Lele sangkuriang merupakan jenis lele hasil kawin kerabat lele dumbo betina generasi kedua (F2) dengan lele dumbo jantan generasi keenam (F6).

Eksperimen tersebut dilakukan untuk memperbaiki kualitas lele dumbo yang semakin tidak diminati masyarakat. Dan hasilnya adalah varian lele yang lebih baik dibanding lele dumbo, yang kemudian diberi nama lele sangkuriang.

Memiliki banyak keunggulan dibanding varian lele lainnya, tak ayal, banyak masyarakat yang tertarik membudidayakan jenis lele ini.

Apa saja keunggulan dan kekurangan lele sangkuriang? Mari kita bahas satu-persatu.

1. Asal-usul Lele Sangkuriang

BBPBAT Sukabumi
BBPBAT Sukabumi, tempat pembudidayaan awal lele sangkuriang

Lele jenis sangkuriang merupakan lele hasil budidaya dari Balai Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi.

Awalnya lele ini dikenalkan ke publik pada tahun 2004 silam setelah dikaji selama dua tahun sebelumnya dan karena banyak peminatnya, maka lele tersebut mampu menggantikan posisi dumbo sebagai ikan air tawar primadona.

Dahulu sejak awal diperkenalkannya lele dumbo tahun 1985, spesies dumbo ini mampu mengalahkan pamor lele lokal Indonesia yang bernama latin Clarias batrachus. Peternak lele lebih memilih membudidayakan dumbo karena lebih murah, mudah, dan menguntungkan. Bahkan, masa panennya terbilang lebih cepat dibanding lele lokal.

Sayangnya, akibat proses pembenihan yang salah, lele dumbo pun mulai kehilangan pamornya.

Apalagi, sejak banyaknya dilakukan kawin kerabat sesama dumbo atau dikenal dengan istilah inbreeding. Berawal dari kondisi itulah, sejumlah pakar berupaya mencari solusi agar lele tetap menjadi salah satu ikan favorit konsumen.

Alhasil, BBPBAT Sukabumi di tahun 2002 mencoba mengawinkan generasi kedua betina dumbo dengan jantan generasi ke-6. Prosesnya dengan mengawinkan terlebih dahulu jantan dan betina generasi kedua (F2), lalu lahirlah jantan yang dinilai sempurna untuk dikembangbiakkan (F6).

Barulah setelah itu betina F2 dikawinkan kembali dengan jantan F6 sehingga menghasilkan jenis terbaik.

Nama sangkuriang diambil dari nama anak dalam dongeng jawa yang dinamakan Sangkuriang, dia mengawini ibu kandungnya sendiri. Sama halnya dengan jenis lele ini yang merupakan hasil silang balik antara anak dan induknya.

Saat ini masih dilakukan penelitian tentang sangkuriang jilid II yang masih dalam proses multilokasi, sehingga belum dipublikasikan dan dikembangkan di tengah masyarakat.

2. Keunggulan Lele Sangkuriang

Banyaknya peternak lele yang beralih menggunakan bibit lele sangkuriang untuk dibudidayakan, karena diklaim punya banyak kelebihan yang menguntungkan peternak.

Telur Melimpah

Jika dibandingkan dengan lele dumbo, sangkuriang betina mampu mampu bertelur 40.000 – 60.000 telur/kg berat betina. Angka ini dua kali lipat lebih banyak jika dibandingkan telur jenis lele dumbo dalam sekali masa bertelur.

Jumlah telur yang berhasil menetas juga mencapai 90 persen dari total telur, angka ini lebih tinggi ketimbang dumbo yang hanya 80 persen saja. Artinya kemungkinan bisnis budidaya cepat berkembang lebih besar.

Produksi Maksimal

Dalam sekali panen, jumlah ikan yang memiliki bobot sesuai kriteria sangat banyak jika dibandingkan lele jenis lain. Makanya banyak peternak yang melejit keuntungannya karena mampu menjual lebih banyak ikan dalam waktu singkat.

Cepat Tumbuh

Penelitian menyebutkan bahwa perkembangan harian dari seekor lele jenis sangkuriang mencapai angka 3,53 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan harian lele dumbo yang hanya mencapai 2,73 persen setiap hari.

Sedangkan untuk penambahan panjang tubuh, sangkuriang bisa mencapai panjang 6 cm dalam waktu 20 hari. Sedangkan jenis dumbo butuh waktu hingga 40 hari untuk mencapai panjang 6 cm.

Tahan Terhadap Penyakit

Lele jenis ini juga punya ketahanan terhadap penyakit yang lebih tinggi karena kekuatan lendir pada permukaan tubuhnya mampu melindungi tubuh lele dari serangan bakteri dan virus. Tapi tetap saja penjagaan kesihatan lele harus maksimal jika ingin lele tetap sehat tanpa masalah sakit apapun.

Hal ini dibuktikan oleh penelitian BBPBAT, lele tetap dalam kondisi sehat meskipun di dalam kolam budidayanya terdapat bakteri jenis Ichthiophthirius sp dan Trichodina sp. Setelah dilakukan pengecekan kesehatan, tak ada satupun lele yang terkontaminasi bakteri tersebut, luar biasa kan?

Kualitas Lebih Baik

Kandungan nutrisi dari lele sangkuriang terbilang lebih baik ketimbang dumbo. Hal itu karena lemak dalam dagingnya sangat sedikit dan kaya akan omega 3. Rasa dagingnya juga lebih padat dan gurih apalagi jika sudah diolah. Makanya pengusaha makanan olahan lele saat ini lebih banyak memilih sangkuriang karena kualitasnya tak punya sisi negatif dan disukai konsumen.

Bobot dari satu ekor ikan lele jenis ini juga bisa sangat tinggi, bahkan terkadang melebihi ekspektasi penjual. Alhasil keuntungan lebih bisa didapatkan, sebab bobotnya padat dan menghasilkan kualitas daging yang sempurna saat diolah.

Mudah Dipelihara

Memelihara lele jenis ini tak perlu persiapan yang berlebihan karena pertumbuhannya cocok di iklim panas. Cukup dengan menyediakan lokasi lahan sesuai jumlah bibit dengan diberi air tawar yang cukup dan lele pun akan berkembang biak dengan maksimal.

Tak hanya itu, pemilihan pakan juga terbilang mudah karena lele jenis ini tak pilih menu makanan dan siap makan pakan apapun untuk pertumbuhannya. Menyoal kadar oksigen dalam air kolam budidayanya, sangkuriang juga tak memerlukan kadar tertentu karena ikan ini punya daya adaptasi terhadap air yang sangat hebat.

3. Kekurangan Lele Sangkuriang

Walaupun punya segudang kelebihan, lele jenis sangkuriang juga memiliki kelemahan yang harus diperhatikan jika Anda ingin membudidayakannya.

Awas Perubahan pH Air!

Ketika musim hujan tiba, Anda harus memastikan pH air kolam budidaya lele jenis sangkuriang tetap stabil. Jika tidak maka segeralah ganti air kolam karena akan berdampak pada kesehatan lele, bahkan tak sedikit yang langsung mati karena perubahan pH air.

Susah Beradaptasi

Walaupun produksinya tinggi dan sejumlah kelebihan lain ternyata lele ini cenderung pemalu dan sulit beradaptasi jika dipindahkan ke lingkungan baru. Makanya butuh kehati-hatian ekstra jika Anda ingin memindahkannya dari satu kolam ke kolam lain, imbasnya adalah lele bisa gampang mengalami stres dan berujung penurunan kualitas lele itu sendiri.

Hal yang sering terjadi yaitu benih yang usianya belum satu bulan akan banyak yang mati, jika Anda memaksakan pindah lokasi tanpa persiapan yang matang. Alih-alih untung besar Anda akan menghadapi kondisi yang dapat merugikan saat panen nanti.

Harus Pembenihan Silang Balik

Demi mendapatkan bibit yang berkualitas, jangan melakukan pembenihan dari indukan yang sama, namun lakukan silang balik. Hal tersebut agar anakan lele tidak mengalami penurunan kualitas karena ketika dilakukan pembenihan indukan akan berdampak langsung pada daya tahan tubuh, bobot, dan kemampuan berkembang.

Jadi lakukanlah persilangan balik seperti halnya saat jenis ini ditemukan tahun 2004 silam. Anda harus melakukan perkawinan antara anakan jantan dengan indukan betina, hasilnya dijamin berkualitas dan siap menjadikan Anda peternak lele yang berhasil.

Tak salah jika banyak yang beralih menggunakan lele jenis sangkuriang untuk dibudidayakan karena memang punya segudang kelebihan luar biasa dibandingkan lele jenis lain. Sudah banyak pengusaha lele yang membuktikannya, karena konsumen memang lebih suka lele jenis ini.

Sekarang tinggal menunggu sangkuriang jilid II apakah akan punya karakter lebih hebat dari pendahulunya?

Mas Budi

Saya seorang praktisi sekaligus hobiis di bidang pertanian dan peternakan. Menyukai aquascape, fotografi, dan blogging. Semoga tulisan saya dapat berguna bagi para pembaca. :)

Tinggalkan komentar