Jenis-jenis Kelinci

Jenis kelinci ada banyak sekali, di Indonesia sendiri telah banyak mengimpor kelinci dari berbagai belahan dunia untuk dikoleksi dan dipelihara, terutama kelinci hias. Sedangkan untuk kelinci pedaging dapat dijumpai pada peternak kelinci lokal.

Seiring berkembangnya zaman, banyak sekali yang tertarik untuk melakukan budidaya ternak kelinci. Terutama di luar negeri yang banyak memanfaatkan kulitnya untuk bahan pakaian. Meski beberapa juga memelihara untuk dimanfaatkan dagingnya.

Berikut adalah jenis-jenis kelinci di dunia:

  1. Kelinci Angora

    Kelinci Angora jenis standar berasal dari Turki. Kelinci tersebut mempunyai bulu yang lebat, lembut dan panjang. Bulu dari kelinci Angora ini berwarna putih dan banyak diolah sebagai bahan kain. Namun, di Indonesia lebih banyak sebagai kelinci hias yang dipelihara.

    Ada beberapa jenis kelinci Angora yang dapat Anda jadikan referensi pengetahuan. Antara lain adalah kelinci English Angora, Satin Angora, dan Giant Angora.

    Harga Kelinci Angora sangat bervariasi tergantung pada usia, yaitu untuk kelinci berumur 1-3 bulan harganya Rp 250.000,00. Sedangkan untuk kelinci yang telah dewasa harga bisa antara Rp 250.000,00 hingga Rp 3.000.000,00.

  2. Kelinci Holland Lop

    Jenis kelinci Lop ini sangat unik, berikut ciri-ciri dari kelinci tersebut:

    • Bentuk telinganya menggantung ke bawah.
    • Badannya seimbang dan padat.
    • Tubuhnya lebih panjang yaitu 12-23 cm.
    • Warnanya bervariasi, ada yang putih dan ada pula yang abu-abu.
    • Matanya berwarna merah atau cokelat.

    Kelinci lop sendiri memiliki beragam jenis, antara lain adalah english lop, dwarf lop, Angora lop, holland lop dan lain-lain.

    Harga untuk kelinci lop hias antara lain adalah Rp 3.000.000,00 hingga Rp 4.000.000,00. Namun harga juga ditentukan berdasarkan usia dan jenis dari masing-masing kelinci.

  3. Kelinci Flemish Giant

    Kelinci ini berasal dari Argentina. Bobotnya yang mencapai 22 kg menjadikan kelinci ini terkenal sebagai kelinci raksasa.

    Ciri-ciri kelinci tersebut adalah tubuhnya panjang dan daun telinga lebar.

    Warna bulu kelinci ini pun tersedia dalam beberapa variasi, yaitu seperti hitam, putih, abu-abu cerah, biru, hitam kecoklatan, dan flawn.

  4. Kelinci Rex

    Kelinci Rex berasal dari Amerika Serikat yang dikenal dengan kelinci hias. Kelinci tersebut sangat bagus hidup di lingkungan bersuhu rendah dan sejuk.

    Salah satu kelebihan kelinci Rex adalah memiliki bulu yang halus dan kuat sehingga awet dan tidak gampang rontok.

    Harga dari kelinci rex ini adalah Rp 50.000,00 hingga Rp 300.000,00 untuk kelinci yang masih kecil, sedangkan untuk kelinci yang telah dewasa bisa mencapai Rp 300.000,00 hingga Rp 4.000.000,00.

  5. Kelinci New Zealand

    Kelinci new zealand adalah salah satu jenis kelinci yang berasal dari Amerika yang merupakan hasil persilangan dari kelinci Flemish Giant.

    Ciri khas dari kelinci ini adalah bulunya putih albino dengan mata merah. Usia kelinci ini dapat mencapai 10 tahun jika dirawat dengan baik. Kelinci ini juga sangat enak jika diolah untuk dikonsumsi.

    Harga dari kelinci ini sangat bervariasi, yaitu Rp 50.000,00 untuk kelinci dengan ukuran 1-3 bulan. Sedangkan untuk kelinci dewasa harganya mencapai Rp 150.000,00 hingga Rp 500.000,00.

  6. Netherland Dwarf

    Kelinci Netherland Dwarf ini berukuran kecil dan pertumbuhannya lambat. Kelinci ini berdasarkan sejarah awal mualnya di bawa dari Belanda untuk ditempatkan di kebun-kebun. Hingga kini persebarannya di Indonesia telah tersebar rata.

    Kelinci ini memiliki kisaran harga antara Rp 200.000,00 hingga Rp 2.000.000,00. Harga ini termasuk mahal untuk jenis kelinci seperti Netherland Dwarf.

  7. Kelinci Dutch

    Kelinci Dutch ini sangat disukai oleh warga di Indonesia. Hal ini dikarenakan secara fisik terlihat adanya beragam variasi warna pada bulunya yang pendek. Beberapa kombinasi warna pada bulu antara lain adalah hitam putih, abu-abu, coklat, dan lain-lain.

    Harga dari kelinci Dutch ini adalah Rp 50.000,00 – Rp 200.000,00 untuk kelinci yang masih kecil. Sedangkan untuk kelinci yang telah dewasa, harganya mencapai 2 juta rupiah.

  8. Kelinci Satin

    Kelinci Satin ini berasal dari Amerika Serikat, yang mana kelinci ini banyak dimanfaatkan sebagai kelinci hias atau dikonsumsi dagingnya. Ciri khas dari kelinci ini adalah memiliki kuku dan ruas tulang kuat.

    Selain itu, bentuk tubuhnya juga panjang, bagian kepala lebar dan lehernya pendek. Warna bulunya pun bervariasi dari hitam, putih, coklat, kebiruan dan lain-lain.

  9. English Spot

    Kelinci English Spot ini berasal dari Inggris. Kelinci ini merupakan hasil dari persilangan beberapa kelinci berikut ini, yaitu English Lop, Himalayan, Dutch, Silver, Patagonian, dan lain-lain.

    Kelinci ini memiliki variasi warna seperti bulu berwarna putih dengan dihiasi spot-spot tertentu yang berwarna coklat, abu-abu, hitam yang terdapat di bagian punggung kelinci.

    Selain itu, variasi warna juga ditemukan pada spot-spot berwarna pada bagian hidung, telinga dan mata. Harga dari kelinci ini adalah sekitar Rp 50.000,00 hingga Rp 3.000.000,00.

  10. Kelinci Himalayan

    Kelinci Himalayan merupakan salah satu jenis kelinci yang dominan memiliki warna putih. Pada beberapa bagian tubuh seperti hidung, kaki dan telinga terdapat variasi spot warna.

    Ciri khasnya adalah memiliki warna mata pink. Yang menjadi daya tarik dari kelinci ini adalah sangat aktif saat di malam hari.

    Jenis kelinci ini juga sangat terkenal dengan kisaran harga berbeda-beda sesuai dengan usianya.

    Kelinci Himalaya berumur 1-3 bulan harganya Rp 60.000,00 hingga Rp 150.000,00. Sedangkan untuk kelinci di atas 3 bulan lebih mahal, yaitu Rp 150.000,00 hingga Rp 750.000,00.

  11. Kelinci Havana

    Kelinci Havana merupakan kelinci tertua yang telah lama dikembangbiakkan sejak tahun 1898 di Belanda.

    Lalu pada tahun 1916, kelinci ini mulai dipasarkan hingga ke Amerika dan Asia. Kelinci tersebut memiliki variasi warna, yaitu coklat, biru dan hitam.

  12. Kelinci Hias Lokal

    Kelinci ini murni berasal dari Indonesia. Ciri-ciri kelinci lokal Indonesia ini adalah sebagai berikut:

    • Memiliki variasi warna seperti hitam, abu-abu, putih, coklat atau pun kombinasi dari berbagai warna lainnya.
    • Memiliki ukuran badan yang kecil
    • Berat badan mencapai 1-3 kg.

    Selain bentuknya yang unik maka kelinci ini memiliki kisaran harga yang terjangkau.

    Untuk kelinci lokal dengan usia 1-3 bulan harganya Rp 20.000,00 hingga Rp 50.000.000,00. Sedangkan untuk kelinci yang berumur 3 bulan ke atas adalah Rp 50.000,00 sampai Rp 250.000,00.

  13. Kelinci Rhinelander

    Rhinelander adalah kelinci berukuran medium yang merupakan peranakan dari kelinci domestik yang berasal dari Jerman.

    Ciri-ciri utama kelinci rhinelander adalah memiliki corak pola warna pada bagian tulang belakang, telinga, pipi, sekeliling mata, dan badan di sebelah kanan dan kirinya.

    Dan yang paling menarik adalah corak di bagian wajahnya yang membentuk pola seperti kupu-kupu.

  14. Kelinci Alaska

    Kelinci alaska (Lepus othus) adalah ras kelinci yang berasal dari Jerman, dan bukan dari Alaska seperti namanya.

    Ciri-ciri kelinci alaska adalah memiliki bulu yang hitam metalik, berukuran medium, dan memiliki bobot sekitar 3-4 kg.

    Peranakan kelinci ini telah diakui oleh Dewan Kelinci Inggris, akan tetapi belum diakui oleh Asosiasi Peternak Kelinci Amerika.

  15. Cashmere Lop

    Kelinci ras cashmere lop adalah kelinci berukuran medium yang memiliki bulu yang panjang dan padat.

    Meski ciri-ciri umumnya hampir sama seperti kelinci dwarf lop, akan tetapi kedua jenis kelinci ini dikategorikan sebagai kelinci yang berbeda oleh British Rabbit Council pada tahun 1980.

    Peranakan kelinci ini berasal dari Inggris, memiliki warna yang bervariasi, dan memiliki berat sekitar 2-3 kg.

  16. Deilenaar

    Deilenaar adalah peranakan kelinci yang berasal dari Belanda. Kelinci ras ini berukuran medium, dengan berat antara 2 hingga 4 kg.

    Kelinci deilenaar mempunyai bulu yang berwarna merah kecoklatan, yang merupakan varietas kelinci yang cukup langka di Inggris.

    Kelinci ini telah tercatat dan diakui oleh British Rabbit Council, namun belum diakui oleh ARBA (American Rabbit Breeders’ Association).

  17. Kelinci Polish

    Kelinci Polish merupakan salah satu kelinci paling tua yang dapat hidup hingga berusia 7 tahun. Salah satu daya tarik yang dimiliki kelinci tersebut adalah telinganya yang pendek, bulat dan runcing.

    Sedangkan pada bagian mata tajam dan bulunya halus dengan variasi warna yang bermacam-macam.

    Harga kelinci Polish yang berasal dari Belanda ini masih terjangkau, yaitu Rp 50.000,00 hingga Rp 1.000.000,00. Harga ditentukan berdasarkan usia dan jenis kelinci.

  18. Kelinci Chinchilla

    Kelinci Chinchilla adalah kelompok dari beberapa jenis kelinci, di antaranya adalah Standard Chinchilla, American Chinchilla, dan Giant Chinchilla.

    Kelinci jenis ini dinamai Chinchilla karena warnanya bulunya yang mirip hewan chinchilla, akan tetapi kelinci Chinchilla tidak memiliki hubungan kerabat dengan hewan tersebut.

  19. Kelinci American Sable

    Kelinci American Sable adalah hasil kawin silang dari kelinci Chinchilla. Bahkan, secara fisiknya, kelinci American Sable memiliki bentuk tubuh yang hampir sama dengan kelinci Chinchilla.

    Perbedaannya ada pada warna bulu. Kelinci American Sable memiliki warna bulu gradien antara coklat tua dan putih.

    Kelinci ini termasuk kelinci yang jinak dan dapat berbaur dengan kelinci jenis lain.

  20. Kelinci Dwarf Hotot

    Kelinci Dwarf Hotot berasal dari Jerman dan umumnya dipelihara sebagai kelinci hias. Dwarf Hotot mulai diakui oleh ARBA pada tahun 1983.

    Kelinci jenis ini sangat mudah untuk dikenali karena ciri-cirinya yang unik, yakni warna tubuhnya yang seluruhnya putih, namun pada sekeliling matanya memiliki corak hitam bagai mata panda.

  21. Kelinci Harlequin

    Harlequin adalah jenis kelinci yang memiliki banyak corak warna pada tubuhnya dan berasal dari Perancis.

    Berat tubuh ideal kelinci Harlequin standar adalah 2 sampai 3 kg. Warna corak umum pada kelinci Harlequin adalah oranye dengan corak bermacam-macam, antara lain hitam, abu-abu, cokelat, dan ungu.

    Kelinci Harlequin adalah hewan yang pintar, lincah, jinak, dan suka bermain. Bahkan, kelinci Harlequin dapat dilatih untuk buang air dalam box dan merespons panggilan namanya seperti kucing.

  22. Kelinci Swedish

    Kelinci Swedia (Swedish Hare) adalah peranakan dari kelinci domestik yang merupakan terwelu atau trowelu (kerabat dekat dari kelinci).

    Kelinci ini mulai dikembangkan pada tahun 2008 di Swedia atas kemampuan melompatnya yang kuat. Sehingga kaki pada kelinci Swedia terlihat lebih panjang dibanding kelinci pada umumnya.

  23. Kelinci Checkered Giant

    Checkered giant adalah peranakan kelinci yang berasal dari Jerman dan merupakan salah satu jenis kelinci yang paling besar. Kelinci checkered giant dewasa dapat berbobot 5 hingga 6 kg.

    Ada dua variasi kelinci checkered giant yang telah diketahui, yaitu black checkered giant (berwarna putih dengan corak hitam) dan blue checkered giant (berwarna putih dengan corak abu-abu).

  24. Kelinci California

    Kelinci California adalah kelinci domestik yang pada awalnya dikembangkan untuk dimanfaatkan bulu dan dagingnya oleh Goerge S. West pada tahun 1923.

    Asosiasi Peternak Kelinci Amerika mencirikan kelinci California sebagai kelinci yang memiliki warna bulu putih dengan corak hitam pada bagian hidung, telinga, dan ujung kaki. Kelinci California dapat tumbuh hingga 4,3 kg.

  25. Kelinci Lion Head

    Kelinci Lionhead berasal dari Belgia dan merupakan hasil kawin silang antara dua jenis kelinci kerdil (dwarf), namun hingga kini belum ada yang bisa memastikan jenis kelinci apa yang digunakan.

    Kelinci ras ini dinamakan Lionhead karena bulu di sekitar kepalanya lebih panjang dibanding bagian tubuh lain layaknya seekor singa. Ukuran tubuhnya yang kecil, telinga yang pendek, serta kepala yang berbulu, membuat kelinci ini terlihat lucu nan menggemaskan.

  26. American Fuzzy Lop

    American Fuzzy Lop Merupakan hasil persilangan dari kelinci French Angora dan kelinci Holland Lop. Dan sebagaimana kelinci Angora, kelinci ini juga dimanfaatkan bulunya untuk dijadikan wool.

    Ciri-ciri fisik kelinci ini adalah memiliki bulu yang panjang dan lebat, dengan berat bisa mencapai 2 kg, dan telinga yang ke bawah.

    Kelinci American Fuzzy Lop merupakan kelinci yang aktif, jinak, suka bermain, dan senang berada di dekat manusia.

  27. Kelinci Florida White

    Kelinci Florida White adalah jenis kelinci kecil yang pada awalnya dikembangkan sebagai kelinci pedaging yang lebih kecil.

    Ciri-ciri fisiknya adalah kelinci ini memiliki warna bulu yang putih secara keseluruhan tanpa ada corak, dengan bola mata yang berwarna merah.

  28. Kelinci Jersey Wooly

    Jersey Wooly awalnya diperkenalkan oleh Bonnie Seeley pada tahun 1984 di New Jersey dan kemudian diakui ARBA 4 tahun kemudian, yaitu tahun 1988.

    Dihasilkan dari kawin silang antara Netherland Dwarf dan French Angora, sehingga ukurannya kecil namun berbulu panjang.

    Hingga kini, kelinci Jersey Wooly adalah salah satu jenis kelinci yang paling banyak diikutkan kontes kelinci di Amerika Serikat.

  29. Kelinci Vienna

    Kelinci Vienna adalah salah satu jenis peranakan kelinci tertua yang berasal dari Austria. Jenis kelinci ini memiliki bulu yang halus dan lembut, serta ukuran tubuh yang medium dengan berat rata-rata 3,6-5,4 kg.

    Dengan ukuran tubuh yang cukup besar, kelinci Vienna menjadi salah satu jenis kelinci pedaging yang paling disukai.

  30. Kelinci Gotland

    Kelinci Gotland adalah kelinci yang berasal dari Swedia, dengan ukuran tubuh yang medium, dan warna bulu yang bervariasi.

    Di negara asalnya, kelinci ini memiliki status hewan endemik dan kini statusnya terancam punah.

  31. Kelinci British Giant

    British Giant adalah jenis kelinci yang mulai dikembangbiakkan di Inggris pada tahun 1940-an dan merupakan keturunan dari kelinci ras Flemish Giant dari Amerika.

    Kelinci ini memiliki tubuh yang besar dan kuat. Panjang bulunya sedang, rapat, lembut, dan memiliki banyak varian warna seperti putih, hitam, abu-abu, dan abu-abu kebiruan.

  32. Kelinci Thrianta

    Kelinci Thrianta berasal dari Belanda, dikembangkan lebih lanjut di Jerman, dan diekspor ke Inggris kemudian pada tahun 1980.

    Peranakan kelinci ini telah tersebar di Amerika, Inggris, Jerman, dan Belanda, Australia, serta telah diakui oleh ARBA dan British Rabbit Council (BRC). Namun kelinci Thrianta adalah jenis kelinci yang langka di Australia karena peternaknya yang sedikit.

    Kelinci Thrianta adalah kelinci yang cantik, memiliki bulu warna oranye kecoklatan, bulu yang lembut, padat, dan panjang bulu yang sedang. Beratnya mulai dari 2 kg dan dapat mencapai 2,75 kg.

  33. Kelinci Tan

    Seperti namanya, kelinci Tan memiliki warna sawo matang. Ukuran tubuhnya kecil, dapat memiliki bobot sekitar 2 hingga 4 kg.

    Kelinci Tan merupakan salah satu jenis kelinci tertua, berasal dari Inggris, dan telah dikenal sejak akhir tahun 1800-an.

  34. Kelinci Silver Fox

    Silver Fox adalah jenis kelinci yang langka, hasil peranakan kelinci domestik. Dikembangkan oleh Walter B. Garland di Ohio, Amerika Serikat, dan merupakan kelinci peranakan ketiga yang dikembangkan di Amerika.

    Pada awalnya, kelinci Silver Fox dibudidayakan untuk dimanfaatkan daging, bulu, dan untuk dikonteskan. Kelinci ini telah diakui oleh Asosiasi Peternak Kelinci Amerika (ARBA) dan dikategorikan sebagai kelinci komersil.

  35. Terwelu

    Terwelu merupakan kerabat dekat dari kelinci, meski secara bentuk hampir sama, namun terwelu memiliki beberapa perbedaan baik dari segi fisik maupun sikapnya.

    Di antaranya, jika kelinci membuat sarang dengan menggali lubang, terwelu tidak demikian. Mereka bersarang di atas rumput terbuka. Bayi terwelu pun sudah memiliki bulu sejak lahir, tidak seperti kelinci yang bayinya tidak berbulu.

    Ukuran terwelu juga secara umum lebih besar dari kelinci, dengan telinga, tangan, dan kaki yang lebih panjang. Kecepatan lari terwelu bisa mencapai 70 km/jam. Harga terwelu anakan terbilang cukup murah, mulai Rp 25.000,00 hingga Rp 35.000,00.

Kelinci merupakan salah satu hewan yang sangat digemari untuk dijadikan hewan peliharaan. Banyak jenis kelinci dengan harga yang fantastis. Semakin usianya bertambah maka harganya semakin mahal. Jenis kelinci juga berpengaruh terhadap harga.

 

Leave a Comment