Mengenal Jenis Ikan Cupang Liar, Hias, dan Aduan

Jenis-jenis ikan cupang sejauh yang saya tahu ada banyak sekali. Kalau dijabarkan, ada total sekitar 73 spesies ikan di dalam genus ini (data dari Wikipedia).

Secara genetis, ikan cupang masih termasuk ke dalam genus Betta (maka dari itu juga disebut ikan betta) dan termasuk dalam keluarga gurami (osphronemidae).

Namun, dari sekian banyak spesies ikan betta atau ikan cupang ini, salah satu spesies yang paling umum diketahui oleh masyarakat luas adalah Betta splendens.

Dalam bahasa Inggris, ikan ini disebut Betta fish, atau Siamese fighting fish, karena sifat dari ikan ini yang sangat teritorial dan suka bertarung (fighting).

Ikan ini akan sangat agresif bila ada yang mengganggu wilayah teritorialnya. Itulah mengapa dua ekor ikan cupang jantan tidak bisa ditempatkan dalam satu tank.

Di Indonesia, penggemar ikan cupang sangat banyak dan merata, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Secara umum, jenis ikan cupang dapat dibagi ke dalam tiga kategori. Yaitu:

Dari ketiga jenis umum tersebut, terdapat beberapa jenis lagi. Misalnya, jenis cupang alam terdapat lima jenis lagi. Jenis ikan cupang hias terdapat tujuh jenis turunan, dst. Mari kita kupas satu-persatu.

Cupang liar

Pada zaman dahulu, konon, ikan cupang mudah ditemui di wilayah-wilayah perairan air tawar di Indonesia, seperti rawa-rawa dan bantaran sungai di pulau Kalimantan dan Jawa.

Jenis ikan cupang pun masih belum beragam seperti cupang hias dan cupang adu. Cupang alam berbeda dengan cupang hias yang notabene adalah hasil dari berbagai perkawinan silang.

Cupang alam memiliki warna yang tidak terlalu mencolok, dan tidak terlalu variatif, namun keindahannya juga nggak bisa dipandang sebelah mata.

Beberapa jenis ikan cupang alam masih dapat ditemukan di pedalaman Kalimantan, namun beberapa spesies cupang alam statusnya dilindungi, seperti misalnya Betta macrostoma atau Brunei beauty, yang saat ini statusnya dilindungi oleh Sultan Brunei.

1. Betta albimarginata

Ikan cupang jenis ini berasal dari wilayah Kalimantan Timur. Sesuai dengan namanya, albimarginata, albi berarti putih (albino), margin berarti tepi, ikan ini memang memiliki corak garis putih di tepian sirip bawah dan bagian ujung ekornya.

Ikan ini merupakan mouthbrooder, yaitu berkembang biak dengan cara mengerami telurnya di dalam mulut.

2. Betta bellica

Di Malaysia, ikan ini disebut ikan betah. Kalau dibandingkan dengan Betta splendens atau di Malaysia disebut ikan laga (atau laga-laga), ikan ini memiliki sirip ekor dan sirip atas maupun bawah yang lebih pendek.

Ikan ini berasal dari Malaysia, dan ketika di alam liar, ikan ini dapat melompat untuk menangkap mangsanya.

3. Betta macrostama

Ikan yang disebut juga dengan Brunei Beauty ini berasal dari Brunei Darussalam dan Kalimantan Timur serta Serawak Malaysia. Di Brunei sendiri, ikan ini adalah ikan yang ilegal untuk dipelihara maupun ditangkap.

Kalau ada yang membawa keluar ikan ini dari Brunei, ybs akan mendapatan hukuman berat.

Tapi di Indonesia sendiri, banyak yang menjual jenis ikan cupang ini meski harganya melangit. Mau tau harganya? Dua juta dua ratus ribu rupiah sodara-sodara.

Sebuah angka yang fantastis untuk seekor ikan cupang.

4. Betta channoides

Jenis ikan cupang yang satu ini masih merupakan kerabat dari Betta albimarginata, dan masih memiliki corak putih di bagian sirip bawah, atas, dan ekor.

Hanya saja, corak putihnya tidak sepanjang milik albimarginata.

Ikan ini merupakan salah satu yang paling banyak diminati karena selain warnanya yang eksentrik juga keberadaannya yang masih mudah ditemui. Ikan ini berasal dari Sungai Mahakam, Kalimantan.

5. Betta unimaculata

Betta unimaculata berasal dari Asia Tenggara, salah satunya adalah Indonesia. Di Indonesia sendiri, jenis ikan cupang ini dapat ditemui di pinggiran rawa maupun sungai di daerah Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.

Hal kerennya adalah, ikan cupang ini berwarna biru metalik keemasan, sehingga disebut juga sebagai Golden Betta.

Cupang hias

Cupang hias pada awalnya adalah jenis ikan cupang yang merupakan hasil dari beberapa kawin silang dari ikan cupang alam, yang kemudian menghasilkan warna-warna dan bentuk fisiologis baru yang berbeda.

Hal ini juga yang merupakan penyebab mengapa warna ikan cupang sangat indah dan variatif.

Cupang hias merupakan jenis ikan cupang yang mudah ditemui di penjual-penjual ikan, ini disebabkan karena banyaknya breeder (pembudidaya) ikan cupang berkualitas di Indonesia.

Bahkan tak sedikit pula dari para breeder tersebut yang mendapat pesanan dari mancanegara.

1. Halfmoon

Seperti namanya, halfmoon, yang berarti setengah bulan, ikan cupang ini ketika mengembangkan seluruh siripnya akan membentuk sebuah pola setengah lingkaran seperti bulan sempurna.

Sirip ekor yang menyatu dengan sirip atas dan bawah adalah salah satu ciri cupang halfmoon yang bagus.

2. Crowntail

Di Indonesia ikan ini lebih populer disebut ikan cupang serit, karena bentuk ekornya yang bercabang-cabang bagaikan serit. Jenis ikan cupang ini pertama kali diperkenalkan oleh breeder andal asal Jakarta Timur, Bapak Ahmad Yusuf, sekitar tahun 2000-an.

3. Plakat

Berbeda dengan jenis ikan cupang lain yang siripnya menjuntai, ikan cupang plakat justru memiliki kontur sirip yang tegas dan ekor yang pendek. Ikan cupang plakat berasal dari Thailand, yang memiliki banyak breeder andal juga.

Di Indonesia, ikan ini pertama kali diperkenalkan oleh Bapak Henry Gunawan, Bapak Hermanus dan Bapak Joty Atmajaya pada tahun 2000-2001. Sejak saat itu, ikan cupang kembali banyak diminati oleh masyarakat.

4. HMPK

Di kalangan hobiis, jenis ikan cupang plakat juga memiliki turunan yaitu Halfmoon Plakat atau biasa disebut HMPK. Sudah tau dong ya, kalau ikan ini merupakan hasil perkawinan antara plakat dengan halfmoon.

Hasilnya?

Ikan cupang plakat dengan kontur garis sirip yang tegas dan pendek, namun tetap membundar pada bagian ekornya. Cakep!

5. Double tail

Pada awalnya jenis ikan cupang double tail atau ekor cagak adalah bentuk cacat fisik dari ikan cupang halfmoon, sehingga ekor terbelah menjadi dua bagian di bagian caudal-nya (bagian tengah ekor).

Namun, justru dari situ akhirnya lahir varietas baru dalam dunia percupangan di Indonesia.

6. Giant

Seperti namanya, ukuran ikan ini lebih besar dibanding ikan cupang pada umumnya. Ikan cupang jenis ini dapat mencapai ukuran 12 sampai 15 cm. Karena ukuran tubuhnya yang besar, ikan cupang ini memiliki gerakan yang tidak selincah ikan cupang lainnya.

7. Big ear

Salah satu varietas ikan cupang yang baru dikembangkan adalah Big Ear atau ikan cupang dumbo. Awalnya ikan cupang jenis ini berasal dari Negeri Gajah Putih, Thailand, namun kini sudah banyak ditemui di Indonesia.

Jenis ikan cupang ini memiliki sirip telinga yang sangat lebar seperti sayap. Jenis big ear yang sering dijumpai adalah halfmoon big ear dan plakat big ear.

Cupang adu

Jenis ikan cupang yang terakhir adalah cupang aduan. Karena pada dasarnya sifat ikan cupang jantan itu agresif, dia akan ‘marah’ apabila ada pejantan lain yang mengusik wilayah kekuasaannya.

Seperti halnya ayam, hal tersebut juga membuat ikan ini gampang diadu.

Sebenarnya, semua jenis pejantan cupang akan bertarung memperebutkan wilayah kekuasannya. Namun, para penggemar cupang adu memiliki kriteria khusus yang membedakan cupang hias dengan cupang adu.

Perbedaan umumnya terdapat pada warna; jenis ikan cupang adu umumnya berwarna gelap dan terkesan biasa saja, tidak seperti ikan cupang hias yang begitu memerhatikan segi estetikanya.

Karena tujuan tersebutlah, ikan cupang aduan tidak memerlukan ekor yang bagus, tulang yang rapih, maupun warna yang aduhai. Penilaian jenis ikan cupang adu lebih spesifik pada mentalitas dan kekuatan fisik ikan. Jenis ikan cupang aduan biasanya berasal dari Betta splendens, Betta mahachai, dan silangan-silangannya yang lain.

Di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara, kontes cupang adu masih kerap kali digelar. Sedang di Amerika dan beberapa negara lain telah melarang kontes yang bersifat mengadu hewan, termasuk ikan cupang.

Saya pribadi sebagai salah satu penggemar ikan cupang juga tidak setuju dengan adanya kontes adu fisik. Tapi kalau kontes adu kecantikan ikan, saya malah beberapa kali ikut mendaftarkan cupang-cupang saya, meski pada akhirnya kalah, hehe.

Leave a Reply