Cara Ternak Murai Batu

Apakah Anda penggemar burung kicau? Jika ya, tentu Anda sudah tahu betul dengan burung murai batu. Salah satu jenis burung kicau yang paling banyak peminatnya di Indonesia ini memang menarik untuk dibahas. Selain karena kicauannya yang memiliki melodi yang indah dan variatif, banyak hobiis burung yang sukses dari usaha breeding burung murai batu.

Penasaran bagaimana caranya? Ikuti terus panduan sederhana ini sampai akhir.

Panduan Dasar Budidaya Burung Murai Batu

Untuk memulai breeding burung, ada banyak hal yang harus Anda ketahui. Misalnya seperti ukuran kandang, lokasi, habitat, jenis pakan, kebutuhan nutrisi, sampai pada kebiasaan burung tersebut.

Perlu diketahui bahwa burung murai batu kini merupakan jenis burung yang terancam akibat banyaknya perburuan liar yang tidak bertanggungjawab.

Oleh karenanya, usaha breeding atau penangkaran burung bukan hanya soal menghasilkan cuan, tapi juga untuk menjaga jumlah populasinya di alam liar.

Walau begitu, tak dapat dipungkiri juga bahwa usaha ternak burung murai ini dapat menghasilkan profit yang luar biasa. Ya, Anda tahu sendiri saat ini berapa harga burung murai. Mulai dari 1 juta hingga puluhan juta, tergantung dari jenis dan prestasinya.

Langsung saja kita mulai pembahasan budidaya burung murai batu yang dilansir dari Kicau Mania.

1. Pemilihan Bibit Burung Murai

Memilih bibit yang baik adalah kunci dari suksesnya membreeding burung murai. Oleh karenanya, Anda perlu selektif dan teliti pada tahap ini. Apa saja yang harus diperhatikan?

Pertama, untuk murai betina, pilihlah yang umurnya 1-2 tahun. Karena pada rentang usia tersebut burung murai dapat berkembangbiak dengan optimal.

Kedua, perhatikan burung murai betina dalam keadaan sehat, yaitu kondisi badannya normal, gerakannya lincah, badan tidak kurus, bulu tidak rontok, dan tidak ada tanda-tanda sakit.

Ketiga, untuk burung murai jantan, pilihlah yang umurnya cukup matang, yakni di atas 2 tahun. Untuk selebihnya, seperti masalah kesehatan dan kondisi tubuh, sama seperti burung murai betina, jangan sampai ada ciri-ciri sakit dan cacat fisik.

2. Persiapan Kandang Burung Murai

Kandang Ternak Burung Murai Batu

Tahap pertama sebelum memulai proses breeding burung murai adalah menyiapkan kandangnya. Kandang yang disiapkan merupakan kandang khusus untuk ternak yang cukup luas dan tinggi.

Kriteria kandang yang harus dipersiapkan antara lain:

  • Cukup terkena sinar matahari (terutama pada pagi hari)
  • Memiliki sirkulasi udara yang baik
  • Lokasi yang tenang dan jauh dari kebisingan
  • Ukuran cukup luas agar burung tidak stress

Adapun perawatan kandangnya adalah sebagai berikut:

  • Tempat pakan dan minum harus dibersihkan setiap hari dan diganti dengan yang baru.
  • Bersihkan seluruh kandang minimal seminggu sekali dari kotoran, sisa-sisa makanan, dll guna meminimalisir munculnya bibit-bibit penyakit.
  • Jangan lupa untuk mensterilkan kandang dengan cairan antikuman atau semprotan disenfektan, dan lakukan pada pagi hari.
  • Tujuannya yaitu agar setelah dibersihkan, kandang dapat kering karena terkena sinar matahari.

3. Pemberian Pakan Burung Murai

Pemberian Pakan Burung Murai Batu

Tahap pemberian pakan merupakan tahapan penting dalam melakukan breeding burung murai. Pemilihan pakan burung yang baik akan menghasilkan burung yang sehat pula.

Selain pakan utama, burung murai membutuhkan nutrisi tambahan berupa vitamin burung.

Di luaran sana, ada banyak jenis dan merk pakan burung yang bisa Anda beli. Mana yang terbaik untuk burung murai Anda?

Jawabannya tidak ada. Pada dasarnya, burung murai membutuhkan protein yang cukup untuk menunjang pertumbuhannya.

Anda dapat memilih menggunakan pakan buatan seperti produk-produk voer premium dan lain-lain.

Selain itu, apabila kandungan protein yang terdapat di dalam produk voer yang Anda pilih dirasa kurang mencukupi, Anda dapat memberi tambahan berupa pakan alami seperti jangkrik atau ulat hongkong.

4. Proses Kawin Burung Murai

Ketika Anda sudah mempersiapkan kandang, masukkan 2 ekor burung murai betina yang telah siap kawin ke dalam kandang dan biarkan selama 1-2 minggu untuk beradaptasi dengan kandang baru.

Setelah 2 minggu, masukkan burung murai jantan ke dalam kandang betina, namun jangan keluarkan dari sangkarnya. Biarkan ia beradaptasi seperti itu selama 1 minggu.

Ini berguna untuk menghindari burung murai jantan menyerang burung murai betina dan menunggu burung murai betina sampai birahi.

Tanda-tanda burung murai betina birahi adalah burung betina akan sering berkicau sambil mendekat ke sangkar burung murai jantan.

Nah, pada saat itulah burung murai jantan dilepaskan dari sangkarnya. Umumnya jika sudah seperti ini, cepat atau lambat akan terjadi perkawinan.

5. Merawat Anak Burung Murai

Setelah burung murai menetaskan telurnya, kita sebagai breeder mulai dapat mengambil alih merawat anakan burung sejak umur 7 hari, dimulai dari pemberian pakan.

Pemberian pakan kepada anakan burung murai dapat diberikan rutin dengan interval 1 jam. Pakan yang diberikan dapat berupa voer yang dicampur dengan kroto dan dilunakkan.

Lakukan proses pemberian pakan ini sampai umur anakan burung murai kurang-lebih mencapai 2 minggu.

Karena di minggu ketiga, biasanya anakan burung murai sudah mampu memakan kroto sendiri tanpa bantuan.

Jangan lupa untuk membersihkan tempat pakan dan minum serta keseluruhan kandangnya agar anakan burung murai terhindar dari penyakit.

6. Memandikan Burung Murai

Selain membersihkan kandang, memberi pakan yang baik, salah satu cara merawat burung murai adalah dengan memandikannya.

Proses memandikan ini bukan hanya bertujuan untuk menghilangkan kotoran, bakteri, atau kutu yang menempel pada bulu, melainkan juga untuk membantu proses pergantian bulu lama serta merangsang tumbuhnya bulu baru.

Mas Budi

Saya seorang praktisi sekaligus hobiis di bidang pertanian dan peternakan. Menyukai aquascape, fotografi, dan blogging. Semoga tulisan saya dapat berguna bagi para pembaca. :)

Tinggalkan komentar