Cara Menanam Tomat

Tomat adalah tanaman buah yang termasuk dalam suku terong-terongan atau keluarga Solanaceae.

Tumbuhan endemik dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan tersebut memiliki siklus hidup yang singkat dan dapat tumbuh hingga mencapai 1 m sampai 3 m.

Buah Tomat termasuk dalam kategori sayuran dalam masakan serta dimakan langsung sebagai salad atau lalapan.

Tanaman Tomat memang hanya buahnya saja yang bisa dikonsumsi, sebab daun dan batangnya mengandung Alkaloid sehingga tidak bisa dimakan.

Tanaman dengan buah berwarna hijau, merah, dan kuning tersebut memiliki lebih dari 400 varietas yang ditanam secara global.

Ada varietas yang hanya cocok ditanam di dataran tinggi, ada yang cocok ditanam di dataran rendah, dan ada pula yang hidup di keduanya.

Tomat memang menjadi salah satu buah yang memiliki beragam kategori sehingga banyak digemari masyarakat.

Selain untuk sayur, Tomat bisa juga dibuat lalapan pendamping makanan hingga dijadikan jus. Maka dari itu kebutuhan akan Tomat cukup besar di pasaran.

Oleh sebab itu, pada artikel ini saya akan memberikan panduan dan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk menanam Tomat.

Mari kita mulai dari dengan terlebih dahulu mengenal syarat tumbuh Tomat.

1. Syarat Tumbuh Tomat

Cara Menanam Tomat

Agar tanaman Tomat yang ditanam dapat tumbuh secara maksimal. Maka perhatikanlah beberapa syarat tumbuh dari tanaman Tomat tersebut.

Syarat tumbuh tersebut akan sangat bergantung kepada faktor alam dan lingkungan, antara lain adalah sebagai berikut:

1. Iklim dan Cuaca

Untuk pertumbuhan Tomat yang optimal dibutuhkan iklim dan cuaca yang sesuai.

Beberapa kriteria iklim dan cuaca untuk pertumbuhan Tomat yaitu:

  1. Daerah dengan temperatur suhu yang tinggi di atas 32 Derajat Celcius akan mempengaruhi warna buah Tomat menjadi kuning.
  2. Sedangkan pada temperatur tidak tetap warna buah cenderung tidak merata.
  3. Temperatur udara ideal yakni antara 24 hingga 28 Derajat Celcius dengan warna buah merah.
  4. Intensitas sinar matahari setidaknya 10 – 12 jam per hari.
  5. Kelembaban udara cukup tinggi atau sekitar 80%.
  6. Curah hujan berkisar antara 750 – 1250 mm/tahun.
  7. Tipe iklim B2 atau C7, dengan kata lain yaitu 7 – 9 bulan basah dan 2 – 4 bulan kering atau 5 – 7 bulan basah dan 2 – 4 bulan kering.

2. Tanah

Faktor kedua yang mempengaruhi pertumbuhan Tomat adalah jenis dan karakteristik tanah.

Kriteria tanah yang cocok untuk menanam Tomat yaitu:

  1. Karakteristik tanah yang baik adalah tanah yang agak berpasir, mengandung humus, gembur, dan kaya akan bahan organik dengan skala pH 5 hingga 6.

3. Ketinggian

Pertumbuhan tanaman Tomat juga akan sangat dipengaruhi dari faktor ketinggian lahan.

Kriteria ketinggian lahan untuk menanam Tomat yaitu:

  1. Ketinggian yang mencukupi kebutuhan iklim mikro dan makro Tomat adalah pada ketinggian lahan yang variatif tergantung dari varietasnya.
  2. Tomat bisa tumbuh baik pada dataran tinggi (lebih dari 700 mdpl), dataran sedang atau medium (200 – 700 mdpl) dan dataran rendah (kurang dari 200 mdpl).

2. Pembenihan

Panduan Budidaya Tomat

Untuk melakukan pembibitan Tomat, Anda perlu memperhatikan beberapa kriteria teknis untuk menyeleksi biji atau benih tanaman Tomat.

Antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Pilih biji yang utuh dan tidak cacat atau luka, agar benih Tomat bisa cepat tumbuh.
  2. Biji Tomat dalam keadaan sehat dan tidak ada tanda-tanda serangan hama dan penyakit.
  3. Benih atau biji Tomat bersih dari kotoran.
  4. Pilihlah biji Tomat yang tidak keriput.

Pengadaan benih Tomat dapat Anda lakukan dengan membeli benih Tomat siap tanam atau dengan melakukan pembenihan secara mandiri.

Apabila Anda membeli benih Tomat maka pastikan membeli pada toko pertanian yang terpercaya dan benih Tomat telah bersertifikat.

3. Penyemaian Benih Tomat

Panduan Budidaya Tomat

Sebelum dilakukan penyemaian, benih atau biji Tomat terlebih dahulu dilakukan disinfektasi.

Caranya adalah dengan merendam benih ke dalam larutan fungisida agar organisme pengganggu tanaman (OPT) yang menempel pada benih mati dan tidak menjadi penyakit.

1. Cara Melakukan Penyemaian

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk melakukan proses penyemaian benih Tomat pada bedengan atau pematang tempat persemaian.

Cara tersebut yaitu antara lain:

a. Cara pertama

  1. Taburkan benih Tomat secara merata pada permukaan bedengan.
  2. Setelah itu tutuplah tipis dengan tanah.
  3. Buatlah guritan pada bedengan sedalam 1 cm dengan jarak 5 cm.
  4. Taburkan benih atau biji Tomat secara merata pada bedengan tersebut.
  5. Tutup kembali dengan tanah tipis-tipis.

b. Cara kedua

  1. Tanamlah benih atau biji Tomat pada lubang-lubang tanam yang dibuat berjarak sekitar 5 cm dengan kedalaman kurang lebih 1 cm.
  2. Setiap lubang tanam isilah dengan 1 atau 2 benih Tomat.
  3. Tutuplah tipis-tipis dengan tanah.

c. Cara ketiga

  1. Lakukan penyemaian pada kantong-kantong polybag berisi media tanam campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos, dengan rasio 1:1.
  2. Setiap kantong polybag isilah dengan 1 benih Tomat saja.
  3. Tanamkan benih sedalam sekitar 1 cm.
  4. Media penyemaian kemudian dibasahi dengan air.

Selama proses penyemaian jangan lupa untuk melakukan perawatan dan juga pemeliharaan.

Kegiatan tersebut harus Anda lakukan dengan rutin dan berkala, beberapa kegiatan yang harus Anda lakukan selama proses pemeliharaan dan perawatan adalah:

2. Penyiraman

Lakukan penyiraman sejak pertama kali benih atau biji Tomat ditabur ke bedengan persemaian.

Penyiraman lebih baik dilakukan 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Gunakanlah alat siram yang memiliki lubang kecil agar tidak merusak benih.

3. Penyiangan

Anda bisa melakukan penyiangan secara manual dengan menggunakan tangan.

Karena masih bisa terpantau maka lakukan penyiangan seperlunya saja sewaktu terlihat tanaman pengganggu atau gulma tumbuh di sekitar bedengan persemaian.

4. Pemupukan

Selain diberikan pupuk kandang pada media persemaian, ada baiknya Anda juga memberikan pupuk kimia NPK secukupnya.

Hal tersebut dapat Anda lakukan saat benih atau biji Tomat tumbuh menjadi bibit tanaman.

5. Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT)

Hama yang biasanya mengganggu benih Tomat adalah serangga dan nematoda seperti cacing. Sementara itu penyakit yang sering menyerang adalah cendawan.

Maka lakukanlah sterilisasi tanah dan jika terdapat gejala berikan penyemprotan.

Penyemaian dapat berlangsung selama sekitar 30 – 45 hari.

Bibit yang berkualitas baik memiliki ciri-ciri berpenampilan menarik, daun segar dan tidak rusak, bibit kuat dan tegak pertumbuhannya, serta sehat dengan tidak ada tanda-tanda serangan penyakit atau hama.

4. Pengolahan dan Persiapan Tanah

Cara Menanam Tomat

Pengolahan dan persiapan tanah sebisa mungkin harus memperhitungkan proses penyemaian.

Lama waktu persemaian adalah 30 – 45 hari, sementara itu pengolahan tanah insentif yaitu sekitar 21 hari. Maka olahlah tanah 1 atau 2 minggu setelah benih disemaikan.

Untuk menyiapkan dan mengolah tanah, ada beberapa langkah yang bisa Anda tempuh agar semakin insentif.

Pada dasarnya terdiri dari tiga tahap yaitu adalah sebagai berikut:

1. Pembalikan agregat

Baliklah agregat tanah sehingga tanah yang berada di dalam bisa terangkat ke permukaan.

Pembalikan agregat tanah sebaiknya dilakukan dengan menggunakan pembajak baik dengan tenaga hewan atau dengan tenaga mesin berupa traktor.

Tanah diolah dengan kedalaman sekitar 25 cm – 30 cm. Setelah itu biarkanlah selama satu minggu agar bongkahan tanah cukup terkena angin dan sinar matahari supaya terjadi proses oksidasi atau pemasaman zat-zat beracun di dalam tanah.

2. Penggemburan

Gemburkan tanah dengan mencangkul tipis-tipis sehingga struktur tanah menjadi gembur sekaligus agar tanah menjadi rata.

Setelah proses penggemburan tanah selesai dilakukan, biarkanlah tanah tersebut selama kurang lebih satu minggu penuh.

3. Pemupukan dasar

Lakukanlah pemupukan dasar pada tanah dengan pupuk kandang atau kompos sebanyak 15 – 20 ton/hektar pada tanah dan cangkul merata.

Janganlah memberikan pupuk kandang atau kompos yang belum masak sebab bisa mematikan tanaman.

Pada jarak yang telah ditetapkan buatlah lubang sedalam sekitar 15 cm berdiameter sekitar 20 cm. Berikanlah pupuk kandang atau kompos pada lubang tersebut sebanyak 0,5 kg ditambah TSP sekitar 5 gram, timbun lubang dengan tanah merata.

Setelah pengolahan tanah selesai dilakukan selanjutnya adalah dengan menyiapkan lahan tanam untuk benih Tomat.

Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan antara lain yaitu:

  1. Pembuatan bedengan atau pematang.
  2. Buatlah bedengan atau pematang sebisa mungkin membujur ke arah timur dan barat agar penyebaran sinar matahari merata.
  3. Bedengan dibuat selebar 1 – 1,2 m, tinggi 30 cm, dan panjang menyesuaikan lahan, buatlah pula parit-parit sebagai drainase.

Perlu diingat pula, jika Tomat akan ditanam waktu musim penghujan, bedengan dibuat lebih tinggi sekitar 40 – 45 cm, dengan ukuran parit selebar 20 – 30 cm dan kedalaman parit sekitar 30 cm. Sehingga jarak antar bedengan sekitar 20 – 30 cm.

4. Pengapuran

Jika tanah terlalu asam atau pH tanah rendah Anda dapat melakukan pemberian kapur pertanian atau dolomit.

Pengapuran sebisa mungkin dilakukan saat pengolahan tanah, untuk menghindari gangguan pertumbuhan pada tanaman Tomat.

Dosis pengapuran harus diberikan sesuai dengan kondisi pH tanah lahan tanam. Pengapuran mampu memperbaiki struktur tanah, mendorong aktivitas mikroorganisme, dan menurunkan zat yang bersifat racun yang terdapat di tanah.

5. Pemberian Mulsa

Anda juga bisa memberikan mulsa atau penutup tanah berupa plastik hitam-perak untuk menjaga kelembaban tanah dan mencegah tumbuhnya gulma.

Menggunakan plastik mulsa juga lebih efektif dibandingkan menggunakan sisa tanaman yang mati.

5. Proses Tanam Tomat

Panduan Budidaya Tomat

Setelah lahan berhasil diolah dan disiapkan maka selanjutnya Anda perlu memindahkan benih yang telah menjadi bibit dari media persemaian.

Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk memindahkan bibit dari media persemaian menuju lahan tanam, yaitu:

Sistem cabut, yaitu dengan mencabut bibit pada media persemaian yang sudah cukup umur dengan hati-hati.

Namun sebelumnya bedengan persemaian harus Anda basahi dengan air terlebih dahulu agar tidak merusak akar bibit tanaman Tomat.

Sistem putaran, yaitu dengan mengambil bibit bersama dengan tanahnya. Namun perlu diingat untuk selalu membasahi tanah terlebih dahulu agar tidak merusak akar.

Setelah bibit siap maka hal yang harus Anda perhatikan selanjutnya yaitu teknik dalam penanaman Tomat.

Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian Anda yaitu antara lain;

1. Penentuan pola tanam

Tanaman Tomat dapat Anda tanam dengan 2 macam pola tanam berdasarkan jaraknya.

Ada sistem dirempel dan ada pula sistem bebas, lebih lengkapnya yaitu:

  1. Sistem dirempel, sistem ini memiliki jarak tanam 50 cm x 50 cm atau 60 cm x 60 cm, berbentuk bujur sangkar atau segitiga sama sisi. (Cara ini dilakukan dengan memotong tunas sedini mungkin, sehingga tanaman hanya memiliki satu batang tanpa cabang.)
  2. Sistem bebas, sistem ini memiliki jarak tanam 80 cm x 100 cm atau 80 cm x 80 cm atau 100 cm x 100 cm, berbentuk bujur sangkar atau segi panjang atau segitiga sama sisi. (Cara ini juga bisa dilakukan dengan membuat barisan berjarak 100 cm dan dalam barisan berjarak 50 – 60 cm). Hal tersebut bertujuan membiarkan tunas tumbuh menjadi batang besar dan bisa tumbuh.

2. Pembuatan lubang tanam

Sehari sebelum lubang ditanami, sebaiknya Anda membasahi bedengan tempat menanam benih dengan melakukan pengairan terlebih dahulu.

Kemudian bedengan yang telah ditutup mulsa buatlah lubang berdiameter sekitar 7 – 8 cm sedalam 15 cm.

3. Penanaman

Saatnya menanam, Anda dapat melakukannya saat musim kemarau atau musim penghujan.

Apabila pada musim kemarau maka pakailah mulsa hitam-perak dan pada musim penghujan buatlah atap plastik transparan, sebelum bibit mulai ditanam.

6. Pemeliharaan dan Perawatan

Cara Menanam Tomat

Ada beberapa upaya yang bisa Anda lakukan untuk melakukan pemeliharaan dan merawat tanaman Tomat.

Berikut ini beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk menjaga agar tanaman Tomat bisa tumbuh secara optimal dan menghasilkan, yaitu sebagai berikut:

1. Pemupukan

Pemupukan bertujuan untuk merangsang pertumbuhan tanaman.

Cara yang bisa Anda tempuh untuk melakukan pemupukan adalah sebagai berikut:

a. Pemupukan pertama

  1. Berilah pupuk buatan pada tanaman Tomat yang berumur satu minggu.
  2. Pupuk buatan terbuat dari campuran Urea dan KCL dengan perbandingan 1:1 untuk setiap tanaman antara 1 – 2 gram.
  3. Lakukan pemupukan pada jarak sekitar 3 cm dari batang tanaman Tomat lalu ditutup dengan tanah dan disiram air
    Jangan sampai pupuk campuran Urea dan KCL mengenai tanaman karena dapat membuatnya rusak.

b. Pemupukan susulan

  1. Lakukan lagi pemupukan kedua saat tanaman berumur 2-3 minggu.
  2. Pemupukan kedua diterapkan di sekeliling batang sejauh sekitar 5 cm dengan kedalaman sekitar 1 cm.
  3. Tutup pupuk dengan tanam dan siramlah dengan air.
  4. Bila pada umur 4 minggu tanaman tomat masih terlihat tidak subur maka lakukan pemupukan kembali dengan campuran Urea dan KCL sebanyak 7 gr.
  5. Terapkan pada batang dan dibuat lebih berjarak yaitu sekitar 7 cm.

2. Penyiraman

Meskipun tanaman Tomat tidak terlalu membutuhkan air, namun jangan sampai mengalami kekurangan.

Kelebihan air juga menjadikan pertumbuhan tidak optimal karena menghambat pembuahan, jika kekurangan bisa membuat buah pecah-pecah.

Lakukan penyiraman menyesuaikan dengan kondisi cuaca, bila hujan relatif banyak maka jangan terlalu sering memberikan penyiraman.

Saat musim kemarau, penyiraman bisa dilakukan setiap pagi hari untuk mencegah tanah kering dan retak.

3. Penyiangan

Penyiangan dapat dilakukan sebanyak 3 – 4 kali selama musim tanam.

Namun pada areal tanaman yang telah ditutupi mulsa proses penyiangan akan relatif lebih jarang dilakukan.

Penyiangan bertujuan menghilangkan gulma atau tanaman pengganggu.

4. Penjarangan dan penyulaman

Untuk mengontrol pertumbuhan tanaman Tomat, Anda bisa melakukan penjarangan dan penyulaman.

Kedua hal tersebut bertujuan untuk mengganti tanaman Tomat yang mati dan rusak serta untuk memberikan ruang tumbuh bagi Tomat yang hidup.

Selama melakukan penyulaman, gunakan lah bibit cadangan untuk mengganti pada tanaman yang mati, rusak, atau layu. Sebaiknya Anda melakukan proses tersebut saat tanaman berusia muda yaitu setidaknya dilakukan seminggu setelah tanam.

5. Pembumbunan

Tujuan pembubunan adalah untuk memperbaiki peredaran udara dalam tanah dan mengurangi gas serta zat beracun di dalamnya.

Proses pembumbunan harus Anda lakukan dengan hati-hati serta tidak terlalu dalam agar tidak merusak tanaman.

6. Pemangkasan

sebagai bentuk peremajaan tanaman, pangkaslah tanaman tomat setiap minggu pada tunas yang tumbuh di ketiak daun agar tidak berubah menjadi batang. Jika batang sudah terlalu keras Anda bisa memangkas menggunakan pisau atau gunting.

Pemangkasan sebaiknya dilakukan saat pagi hari agar luka bekas pangkas bisa cepat kering.

Selain itu, potonglah ujung tanaman agar jumlah dompolan buah Tomat pada tanaman tetap terbatas jika sudah mencapai 5 – 7 buah per tanaman Tomat.

7. Pemasangan ajir atau lanjaran

Untuk mencegah tanaman Tomat yang sudah tinggi roboh maka buat dan lakukan pemasangan ajir atau lanjaran.

Beberapa hal yang patut anda perhatikan adalah:

  1. Ajir atau lanjaran terbuat dari bambu atau kayu sepanjang 100 – 175 cm, tergantung dari varietas tanaman Tomat.
  2. Jika menanam di dalam greenhouse maka bisa menggantinya dengan tali.
  3. Pemasangan ajir atau lanjaran dilakukan sedini mungkin, saat tanaman masih kecil dan berakar pendek.
  4. Jarak ajir atau lanjaran dengan batang Tomat yaitu sekitar 10 – 20 cm.
  5. Anda dapat memasang ajir atau lanjaran secara tegak lurus atau membentuk segitiga kedua ujungnya.
  6. Olesi ajir atau lanjaran dengan bensin atau cat agar tidak dimakan rayap.
  7. Jika tanaman sudah mencapai 10 – 15 cm harus segera diikat pada ajir atau lanjaran namun jangan terlalu erat.
  8. Setiap ketinggian bertambah sekitar 20 cm lakukan pengikatan lagi untuk menjaga batang selalu tegak.

8. Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT)

Jangan lupa untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT) apabila muncul gejala-gejala pada tanaman Tomat.

OPT yang menyerang tanaman Tomat dapat terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Hama, seperti: Ulat bulu Tomat, Kutu daun Apish hijau, Lalat putih (kutu kabut atau kutu kebul), Kutu daun Thrips, Lalat buah, Tungau bercak dua, Tungau merah dan Nematoda bengkak akar. Lakukan penyemprotan insektisida.
  2. Penyakit, seperti: penyakit layu Fusarium Sp., bercak daun Septoria, penyakit kapang daun, penyakit bercak coklat, penyakit busuk daun, penyakit busuk buah Rhizoctonia dan Antraknosa. Lakukan penyemprotan fungisida.
  3. Bakteri, seperti: penyakit layu atau lendir dan kerak atau bercak bakteri, lakukanlah pengendalian dengan menyemprotkan herbisida.

7. Panen dan Pasca-panen

Cara Menanam Tomat

Setelah usaha penanaman tomat telah Anda lakukan semaksimal mungkin, jangan lupa untuk selalu berdoa pada Yang Maha Kuasa.

Selanjutnya, Anda bisa memanen Tomat sewaktu telah memenuhi beberapa kriteria dan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Tanaman berumur 60 – 100 hari setelah tanam tergantung dari varietasnya.
  2. Warna kulit buah berubah dan menua atau agak kekuning-kuningan.
  3. Bagian tepi daun telah mengering.
  4. Batang menjadi kering atau berwarna kuning.

Produktivitas pemetikan buah tanaman Tomat dapat dilakukan hingga 10 kali karena buah Tomat mengalami pemasakan yang tidak bersamaan.

Oleh sebab itu pemetikan dapat dilakukan setiap selang 2 – 3 hari sekali hingga seluruh buah tomat habis terpetik semuanya.

Anda dapat melakukan proses pemanenan dengan cara memuntir buah dengan hati-hati hingga tangkai buah terputus.

Pemuntiran sebaiknya dilakukan satu per satu, buah yang sudah dipetik lalu dimasukkan ke dalam keranjang dan dikumpulkan di penampungan.

Waktu pemetikan yang baik adalah saat pagi hari atau sore hari dalam kondisi cuaca yang cerah.

Pemetikan saat siang hari secara teknis kurang menguntungkan sebab sedang berlangsung proses fotosintesis serta juga cuaca panas bisa mengurangi kadar air Tomat.

Setelah semua buah Tomat dipetik dan ditampung dalam tempat penampungan yang dibuat teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung maka Anda bisa menyortir kualitas tomat yang unggul dan kurang baik. Selanjutnya Anda bisa mulai memasarkan Tomat tersebut.

Demikianlah langkah-langkah dalam melakukan penanaman Tomat. Buah yang bisa dikategorikan sebagai sayur, buah, atau pun lalapan tersebut memang diminati banyak orang.

Menanam Tomat bisa Anda lakukan dalam skala penanaman mikro maupun makro.

Avatar Of Mas Budi

Saya seorang praktisi sekaligus hobiis di bidang pertanian dan peternakan. Menyukai aquascape, fotografi, dan blogging. Semoga tulisan saya dapat berguna bagi para pembaca. :)

Tinggalkan komentar