Cara Menanam Terong

Terong atau Terung (Solanum melongena) adalah tumbuhan tahunan penghasil buah yang masuk dalam kategori sayuran dan masih berkerabat dekat dengan kentang dan leunca.

Terong berasal dari daerah India, Sri Lanka, dan dipercaya juga berasal dari Indonesia.

Budidaya Terong sudah ada sejak zaman prasejarah di wilayah Asia selatan dan timur. Kemudian Terong mulai dikenal luas, terutama oleh dunia barat sejak tahun 1500-an.

Selain itu, buah Terung pernah dianggap beracun sebagaimana varietas leunca dan juga kentang.

Pada akhirnya buah Terong menjadi salah satu tanaman sayuran favorit di banyak tempat, termasuk Indonesia.

Bahkan buah Terong bisa dimakan langsung dan tidak berdampak buruk bagi sebagian orang walaupun bagi sebagian lainnya bisa juga membuat iritasi perut.

Tanaman terung biasanya tumbuh berukuran sekitar 40 – 150 cm tingginya. Terong memiliki daun yang besar dan lobus kasar, berukuran panjang kira-kira 10 – 20 cm dan lebarnya memiliki ukuran antara 5 – 10 cm, Terong yang agak liar cenderung berukuran lebih besar.

Ada banyak ragam Terong yang biasa dibudidayakan di Indonesia mulai dari Terung lokal seperti Gelatik, Kopek, Bogor, dan Medan, hingga jenis Terong impor seperti Terong Jepang.

Warna buahnya pun beragam, ada yang putih, hijau, dan yang biasa dikenal berwarna ungu.

Sebagai tanaman tahunan, Terung terkenal memiliki produktivitas yang tinggi. Oleh sebab itu prospek dari Terong cukup menjanjikan, apalagi harganya juga relatif stabil.

Nah, bagi Anda yang tertarik untuk menanam Terong cobalah simak ulasan singkat sebagai berikut.

1. Syarat Tumbuh Terong

cara menanam terong

Sebelum mulai menanam Terong, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu syarat tumbuh tanaman Terong.

Syarat tumbuh tersebut akan berperan dalam menentukan lokasi yang tepat untuk menanam Terong.

Ada beberapa syarat tumbuh Terong, diantaranya adalah:

  1. Kondisi tanah yang ideal untuk pertumbuhan Terong adalah tanah lempung berpasir, subur, kaya akan bahan organik, aerasi dan drainase baik serta kadar keasaman atau pH tanah berkisar antara 6,5 – 7.
  2. Tanaman Terong dapat tumbuh di dataran rendah dan dataran tinggi dengan ketinggian lahan kurang lebih 1000 mdpl.
  3. Suhu udara yang ideal untuk pertumbuhan Terong yaitu antara 22 – 30 °C.
  4. Terong juga memerlukan sinar matahari yang cukup, oleh sebab itu lebih baik ditanam saat musim kemarau.

2. Persiapan dan Pengolahan Lahan

cara menanam terong

Apabila anda telah mengetahui syarat tumbuh tanaman Terong dan menentukan lokasi yang tepat. Maka selanjutnya Anda bisa mulai melakukan persiapan dan pengolahan lahan tanam.

Ada beberapa tahapan yang bisa Anda lakukan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Bersihkan lahan dari gulma, rumput liar, dan sisa tanaman dari musim sebelumnya/
  2. Bajaklah tanah hingga gembur menggunakan cangkul maupun traktor dengan kedalaman sekitar 30 – 40 cm/
  3. Buat bedengan selebar 100 – 120 cm, tinggi 30 cm, dan panjang menyesuaikan dengan luas lahan, selain itu buatlah jarak antar bedengan sekitar 40 – 60 cm, kemudian ratakan permukaan bedengan.
  4. Selesai membuat bedengan cobalah mengukur pH tanah menggunakan pH tester, apabila pH rendah di bawah 6,5 taburkan kapur pertanian seperti dolomit sebanyak kurang lebih 1 – 2 ton/hektar, lalu diamkan selama 10 hari.
  5. Setelah itu, taburkan pupuk kandang atau pupuk kompos secara merata pada bedengan dengan takaran 15 – 20 ton/hektar.
  6. Tambahkan pula pupuk dasar berupa campuran ZA 150 kg, TSP 300 kg, dan KCL 300 kg per hektar lalu campurkan dengan tanah secara merata atau bisa juga memberikan campuran pupuk dasar tersebut setiap 10 gr per lubang tanam.
  7. Pasang mulsa plastik hitam perak pada bedengan.
  8. Kemudian buatlah lubang tanam dengan jarak 70 x 60 cm jika menanam pada musim kemarau atau 80 x 60 cm jika akan menanam pada musim penghujan.

3. Pemilihan Bibit dan Penyemaian

cara menanam terong

Apabila lahan tanam selesai disiapkan, tahapan selanjutnya dalam menanam Terong adalah melakukan pemilihan bibit dan penyemaian.

Untuk melakukan tahapan tersebut ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan selama melakukannya, yaitu sebagai berikut:

  1. Penyemaian bisa dilakukan pada bedengan yang telah dibuat di lahan tanam atau bisa juga dengan menyemai menggunakan media tanam seperti polybag.
  2. Pertama benih harus Anda rendam dahulu dengan menggunakan campuran air yang agak hangat ditambah pupuk Vitaflora dengan dosis 2 cc per liter selama 5 – 6 jam.
  3. Sebarkan benih pada bedengan atau media tanam seperti polybag dengan jarak antar benih sekitar 10 – 15 cm
    Apabila Anda menebarkan benih pada bedengan maka sebaiknya ditutup dengan daun pisang atau mulsa hitam perak.
  4. Setelah benih tampak berkecambah atau bertunas bukalah penutupnya.
  5. Jangan lupa siram benih yang disemai 2 kali sehari, pagi dan sore.
  6. Benih akan menjadi bibit saat berusia kira-kira 30 hari dengan tanda berdaun empat helai, maka kemudian bibit siap dipindahkan ke lahan tanam.
  7. Bibit yang baik dan sehat ciri-cirinya memiliki vigor yang kuat dan daun berwarna hijau segar.

4. Penanaman

cara menanam terong

Selesai melakukan persemaian maka Anda bisa melanjutkan penanaman bibit Terong pada lahan.

Sebaiknya proses penanaman dilakukan pada saat musim kering atau kemarau.

Langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam menanam diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Buka plastik polybag yang menutupi bedengan.
  2. Kemudian tanamlah bibit pada lubang tanam dalam posisi tegak dengan hati-hati.
  3. Pada setiap lubang tanam harus diisi dengan hanya satu bibit saja.
  4. Lalu padatkan tanah yang ada di sekitar batang agar lebih kokoh.
  5. Setelah semua bibit ditanam, segera siram dengan air secukupnya agar tidak layu.

5. Pemeliharaan dan Perawatan

panduan budidaya terong

Selanjutnya Anda kemudian bisa mulai melakukan pemeliharaan dan perawatan tanaman Terong yang telah ditanam.

Dalam hal ini, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dan sebisa mungkin harus Anda lakukan dengan baik, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Penyulaman

Penyulaman atau mengganti bibit yang gagal tumbuh atau mati dengan bibit yang masih baru dan baik. Penyulaman dilakukan hingga berusia 15 hari setelah tanam.

2. Pemasangan ajir

Ajir atau tiang bisa dibuat dari bilah bambu setinggi 80 – 100 cm dengan lebar 2 – 4 cm. Tancapkan ajir berdekatan pada setiap tanaman Terong, lalu ikatlah batang atau cabang Terong pada ajir.

Lakukan seawal mungkin agar tidak merusak sistem perakaran.

Namun apabila ajir dipasang saat tanaman besar, maka pasanglah dengan posisi menyerong dan membentuk sudut 45 derajat agar tidak merusak akar.

3. Penyiangan

Rumput liar atau gulma yang tumbuh di sekitar tanaman atau bedengan jangan lupa untuk disiangi atau dicabut.

Penyiangan dilakukan pada umur 15 hari dan pada umur 60 – 75 hari setelah tanam, bertujuan agar kebutuhan nutrisi Terong tidak terganggu.

4. Pemangkasan atau peremajaan

Jangan lupa pangkaslah tunas-tunas liar yang tumbuh mulai dari ketiak daun pertama hingga bunga pertama.

Selain itu lakukan pula perempelan untuk merangsang agar tunas-tunas baru dan bunga yang lebih produktif segera tumbuh.

5. Pemupukan susulan

Pemupukan susulan bisa dilakukan dengan cara ditaburkan sebanyak 10 gr berjarak 20 cm dari batang. Akan lebih efektif lagi dengan cara dikocorkan jika bedengan ditutup mulsa plastik, sebanyak 3,5 gram per liter dengan dosis 250 cc per tanaman.

Pemupukan pertama bisa dilakukan saat tanaman berusia 10 hari. Setelah itu, pemupukan bisa dilakukan 1 minggu sekali. Pupuk yang digunakan bisa NPK, TSP, KCL, ZA, atau KNO3 sesuai dengan kebutuhan nutrisi tanaman dan kondisi lahan.

6. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

Perlu Anda ketahui pula Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang biasanya menyerang tanaman Terong, baik itu hama maupun penyakit.

Diantaranya adalah:

a. Hama

Bekicot, biasanya menyerang tanaman Terong muda yang baru ditanam dengan memakan batang hingga daun tanaman.

Penggerek Daun, disebut pula dengan nama oteng-oteng atau kepik biasnaya menyerang daun muda hingga daun berubah menjadi bolong-bolong.

Ulat Grayak, ulat tersebut biasanya bergerombol dan memakan daun tanaman hingga tangkai muda.

Lalat Buah, lalat tersebut biasanya bertelur pada buah Terong dan akan menetas menjadi larva yang akan memakan buah Tering hingga busuk dan menyebabkan buah berlubang.

Ulat Tanah, ulat yang aktif pada malah hari tersebut biasanya menyerang daun, batang, hingga buah tanaman Terong.

Kutu Kebul, hama tersebut seringkali bersembunyi di balik daun, berwarna putih, dan menyebabkan daun mengkerut sehingga tanaman Terong menjadi kerdil.

b. Penyakit

Layu Fusarium, penyakit yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum dapat menyebabkan tanaman layu kering hingga mati.

Layu Bakteri, bakteri Pseudomonas solanacerum adalah penyebab penyakit yang menyebabkan tanaman tiba-tiba layu dan akhirnya mati.

Antraknosa, penyakit yang disebabkan oleh Gleosporium melongena Ell. tersebut mengakibatkan bercak coklat pada buah dan kerontokan.

Bercak Daun, bercak pada daun juga bisa disebabkan oleh jamur Cercospora sp., Altenaria solani, dan Botrytis cinera.

Busuk Pangkal Batang atau Leher Akar, disebabkan oleh jamur Sclerotium rolfsii.

Busuk Daun atau Lodoh, penyakit tersebut disebabkan oleh Pseudoperonospora cubensis berk. ditandai dengan adanya daun yang membusuk berwarna hitam.

Apabila Anda menemukan adanya serangan hama atau penyakit tersebut maka cobalah untuk mengendalikannya.

Caranya bisa dengan mencabut tanaman Terong, namun apabila banyak yang terserang maka lakukan lah penyemprotan obat kimia.

6. Panen

cara menanam terong

Setelah semua langkah sebelumnya Anda lakukan dengan baik, maka langkah selanjutnya adalah melakukan panen.

Ada beberapa hal yang juga harus Anda perhatikan selama proses pemanenan dilakukan.

Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

Buah Terong bisa Anda panen pada usia 70 – 80 hari setelah masa tanam.

  1. Waktu panen idealnya adalah pada pagi dan sore hari.
  2. Pilihlah buah yang sudah cukup umur, tidak terlalu muda atau terlalu tua.
  3. Panen Terong bisa Anda lakukan setiap 3 – 7 hari sekali.
  4. Pada satu kali musim tanam biasanya akan menghasilkan 13 – 15 kali panen, bahkan bisa lebih.
  5. Saat memanen, buah Terong dipetik beserta tangkai buahnya dengan cara digunting.
  6. Setelah panen selesai, jangan lupa untuk menyortir kualitas Terong terlebih dahulu berdasarkan ukuran dan warna buahnya.
  7. Pasarkan Terong kepada pengepul, distributor, atau konsumen saat masih segar.

Buah Terong memang menjadi salah satu jenis sayuran utama bagi mayoritas masyarakat Indonesia.

Oleh sebab itu untuk menangkap potensi Terong yang ada di pasaran Anda dapat mulai menanamnya. Lakukan dengan penuh keuletan sesuai dengan prosedurnya.

Saya seorang praktisi sekaligus hobiis di bidang pertanian dan peternakan. Menyukai aquascape, fotografi, dan blogging. Semoga tulisan saya dapat berguna bagi para pembaca. :)

Tinggalkan komentar