Cara Menanam Semangka

Buah yang termasuk dalam keluarga timun-timunan bernama Semangka atau tembikai (Citrullus lanatus) tersebut berasal dari setengah gurun di Afrika bagian selatan. Sebagaimana tanaman timun-timunan lainnya semangka hidup merambat di tanah.

Semangka terkenal memiliki rasa yang manis dan menyegarkan. Tak heran jika buah tersebut sering dijadikan pelepas dahaga, baik dimakan langsung atau dibuat jus.

Selain menyegarkan, ternyata semangka juga kaya akan kandungan manfaat untuk kesehatan.

  • Beberapa manfaat yang terkandung dalam Semangka diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Menurunkan tekanan darah tinggi karena kandungan air dan kalium pada buah.
  • Semangka juga bisa mencegah resiko penyakit kanker pada tubuh apalagi dengan banyaknya kandungan antioksidan.
  • Menurunkan berat badan terutama karena kandungan serat yang tinggi.
  • Kandungan vitamin C pada Semangka juga bisa mengatasi pencegahan penyakit sariawan.
  • Dapat menurunkan demam serta mencegah penyakit asma.

Menariknya lagi, Semangka juga bisa ditanam pada pot atau polybag. Sehingga budidaya Semangka sebenarnya relatif lebih mudah untuk dilakukan.

Nah, bagi Anda yang tertarik ingin membudidayakan Semangka maka ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan.

Artikel ini akan menjelaskan kepada Anda bagaimana langkah-langkah dalam menanam Semangka.

Buah yang cukup laris di pasaran tersebut memang menjadi primadona banyak orang apalagi jika menjelang hari raya.

Berikut ini adalah tahapan menanam Semangka.

1. Syarat Tumbuh Semangka

Panduan Budidaya Semangka

Agar tanaman Semangka yang ditanam dapat tumbuh secara maksimal, maka perhatikanlah beberapa syarat tumbuh dari Semangka.

Syarat tersebut akan sangat bergantung kepada faktor alam dan lingkungan, antara lain adalah;

1. Iklim dan Cuaca

Untuk pertumbuhan Semangka yang optimal dibutuhkan iklim dan cuaca yang sesuai.

Beberapa kriteria iklim dan cuaca untuk pertumbuhan Semangka yaitu:

  1. Daerah dengan iklim kering dengan suhu udara agak panas atau berkisar antara 25 Derajat Celcius pada siang hari.
  2. Kelembaban udara cukup tinggi atau sekitar 50% hingga 70% atau dengan penyinaran lebih dari 10 – 12 jam per hari.
  3. Curah hujan berkisar antara 40 sampai 50 mm per bulan.

2. Tanah

Faktor kedua yang mempengaruhi pertumbuhan Semangka adalah jenis dan karakteristik tanah.

Kriteria tanah yang cocok untuk menanam Semangka yaitu:

  1. Karakteristik tanah yang baik adalah tanah yang gembur, bersih dari gulma dan kaya akan bahan organik dengan pH normal 6 sampai 7.

3. Ketinggian

Pertumbuhan tanaman Semangka juga akan sangat dipengaruhi dari faktor ketinggian lahan.

Kriteria ketinggian lahan untuk menanam Semangka yaitu:

  1. Ketinggian yang mencukupi kebutuhan iklim mikro dan makro Semangka adalah pada ketinggian lahan antara 0 – 1000 mdpl.

2. Jenis Semangka

Cara Menanam Semangka

Ada banyak jenis atau varietas Semangka yang dapat dibudidayakan. Namun umumnya di Indonesia ada dua jenis Semangka yang biasa dijadikan budidaya.

Kedua jenis tersebut adalah Semangka Lokal dan Semangka Hibrida, berikut ulasan singkat jenis Semangka.

1. Semangka Lokal

Induk dari Semangka Lokal berasal dari Afrika, namun memiliki perbedaan yang cukup signifikan dibandingkan dengan induknya.

Beberapa contoh Semangka Lokal adalah:

1. Semangka Bojonegoro

Kulit Semangka Bojonegoro berwarna hijau gelap dan bergaris. Daging buah memiliki banyak biji, warna daging buah merah serta memiliki cita rasa khas.
Semangka Batu Sengkaling
Warna daging buah Semangka Batu Sengkaling merah jambu. Karakteristik kulit buah relatif lebih tipis dengan warna hijau terang bergaris hijau gelap.

2. Semangka Hitam Pasuruan

Berwarna hitam mengkilap dengan ukuran buah yang relatif kecil dan ciri khas rasanya kurang manis. Daging buahnya memiliki warna merah muda.

2. Semangka Hibrida

Persilangan buah induk dari Semangka Hibrida terkenal memiliki beberapa varietas unggul.

Benih unggulan asal luar negeri berbeda karakteristik dengan benih induk.

Ada dua jenis Semangka Hibrida yaitu:

1. Hibrida Triploid

Karakteristik Semangka Hibrida Triploid adalah tanpa biji atau hanya sedikit.

Ada yang berwarna merah dan ada yang berwarna kuning. Biji Semangka Triploid bisa ditanam kembali dengan sebelumnya diberi perlakuan khusus.

2. Hibrida haploid

Biji Semangka Haploid terkenal karena bisa ditanam kembali serta buah yang dihasilkan memiliki karakteristik yang sama dengan induknya.

Semangka Haploid juga ada yang berwarna merah dan ada pula yang berwarna kuning.

3. Persiapan benih Semangka

Cara Menanam Semangka

Pembenihan Semangka agar bisa menghasilkan panen yang maksimal harus memperhatikan beberapa hal.

Salah satunya adalah dengan menggunakan benih berkualitas unggul, Semangka dengan benih unggul adalah Semangka berjenis Hibrida.

Sementara itu, tahapan dalam proses pembenihan Semangka bisa Anda lakukan dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Beli bibit semangka di toko pertanian atau ke petaninya langsung.
  2. Rendam biji semangka pada air bersih dan biarkan selama semalam.
  3. Tiriskan biji yang telah direndam dan dikeringkan serta dibungkus menggunakan kain, setelah itu gantunglah selama sehari semalam hingga tumbuh tunas.
  4. Siapkan polybag kecil berisi tanah dengan campuran pupuk kandang atau pupuk organik dengan perbandingan 3:1.
  5. Masukan bibit Semangka sedalam kira-kira 3 cm.
  6. Kemudian tutup dengan tanah dan siram dengan air secukupnya dan jangan sampai tergenang.
  7. Tunggu selama satu minggu hingga bibit Semangka bisa dipindah ke media tanam.

4. Persiapan dan Pengolahan Lahan

Cara Menanam Semangka

Setelah benih Semangka Anda persiapkan, maka lakukanlah persiapan dan pengolahan lahan yang akan menjadi media tanam.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  1. Gemburkan tanah dengan cangkul secara manual atau secara mekanik dengan traktor.
  2. Proses penggemburan tanah juga sekaligus membersihkan gulma yang ada pada lahan tanam.
  3. Buatlah bedengan atau pematang sebagai media tanam dan di antara bedengan buatlah parit atau drainase.
  4. Bedengan atau pematang dibuat berukuran lebar 20 cm dengan tinggi 40 cm serta panjang menyesuaikan dengan luas lahan.
  5. Berilah jarak antar bedengan atau pematang sekitar 100 – 150 cm.
  6. Buatlah lubang di atas bedengan atau pematang berukuran 30 cm x 30 cm x 30 cm.
  7. Selama pembuatan lubang jangan lupa juga untuk memberikan pupuk dengan kandungan fosfor (P2O5) yang dicampur dengan mikro-nutrisi lainnya sebanyak 50 kg per 100 meter persegi.

5. Proses Tanam Semangka

Panduan Budidaya Semangka

Apabila lahan tanam telah siap, maka Anda bisa melanjutkan dengan proses intinya yaitu menanam Semangka.

Agar penanaman bisa maksimal perhatikan tahapan sebagai berikut:

  1. Setelah proses pembibitan selesai dilakukan yaitu sekitar 10 hari, Anda bisa memindahkan bibit tersebut dari media penyemaian menuju lahan tanam. (Ingat jangan sampai ada batang atau akar yang patah.)
  2. Lakukan penanaman bibit Semangka tersebut pada lahan yang telah disiapkan sebelumnya dengan jarak tanam sekitar 1,5 hingga 2 meter. (Apabila saluran irigasi bekerja dengan baik Anda juga bisa menanam dengan jarak yang lebih rapat.)
  3. Tanam bibit tersebut sedalam kira-kira 8 – 10 cm dan jangan terlalu dalam.
  4. Berilah plastik mulsa pada media tanam untuk menjaga kelembaban dan mencegah tumbuhnya tanaman pengganggu atau gulma.
  5. Berikan pupuk yang memiliki kandungan Boron sebanyak 2 kg per 100 meter persegi. Apabila menanam pada iklim basah dengan curah hujan tinggi, cobalah untuk menambahkan dosis pupuk tersebut.

6. Pemeliharaan dan Perawatan

Panduan Budidaya Semangka

Jangan lupa lakukan proses pemeliharaan dan perawatan tanaman Semangka yang telah Anda tanam.

Hal tersebut tentu saja agar tanaman Semangka bisa menghasilkan panen yang maksimal.

Langkah-langkah pemeliharaan dan perawatan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Berikan penyiraman secara rutin dan berkala. Jika pada musim penghujan setidaknya Anda bisa menyiram sebanyak 4 – 5 hari sekali. (namun saat musim kemarau cobalah menyiram sesering mungkin terutama saat tanah terlihat kering.)
  2. Jaga agar tanaman sebisa mungkin jauh dari genangan air dengan melakukan pembumbunan agar menjaga drainase tetap berjalan baik.
  3. Saat bunga dan buah sudah mulai muncul cobalah untuk mengurangi penyiraman.
  4. Seminggu setelah tanam jika ada tanaman yang rusak Anda bisa melakukan penyulaman yaitu menggantinya dengan benih cadangan.
  5. Lakukan proses pemupukan susulan saat tanaman memasuki pekan ketiga.
  6. Berilah pupuk dengan kandungan Nitrogen dan Potasium masing-masing sebesar 20 hingga 25 kilogram.
  7. Pada pekan ke enam atau tiga pekan setelah pemupukan susulan pertama, lakukan lagi pemupukan yang sama.
  8. Dengan cara menaburkan pupuk di sekitar tanah dekat dengan tunas yang tumbuh.
  9. Saat tanaman sudah mulai tumbuh, Anda bisa melakukan penyiangan yaitu dengan memangkas daun-daunnya agar pertumbuhan terfokus pada bunga dan buah. Jangan lupa ruas kelima setiap batang juga sebaiknya dipotong.
  10. Pangkas juga tunas-tunas baru yang tumbuh, sebab Anda hanya membutuhkan tiga cabang samping saja.
  11. Lakukanlah penyiangan secara rutin setiap satu pekan sekali.

7. Panen dan Pasca-panen

Cara Menanam Semangka

Setelah berumur 60 – 70 hari setelah tanam atau tergantung juga dari varietas Semangka yang ditanam, Anda sudah bisa melakukan tahap panen.

Buah Semangka yang siap panen akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Buahnya berat.
  2. Daun tanaman Semangka sudah mulai layu.
  3. Buah Semangka akan terasa padat saat diketuk dengan menggunakan tangan.

Lakukan proses panen dengan memotong tangkai buah dengan pisau atau alat pemotong.

Selain itu, sisakan tangkai kurang lebih 3 – 5 cm dari pangkal buah.

Selanjutnya kumpulkan Semangka pada tempat yang terlindung dari hujan dan menggunakan alas seperti terpal.

Saat mengumpulkan buah maksimal tumpuk buah Semangka sebanyak empat tumpukan pada keranjang.

Setelah itu lakukan proses penyortiran dengan memisahkan Semangka yang cacat atau memiliki tanda-tanda terserang penyakit dengan tangan secara manual.

Kelompokkan Semangka berdasarkan klasifikasi berat, ukuran, dan standar mutu yang telah ditetapkan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) Semangka 7420-2009.

Kemaslah Semangka tersebut dan berikan label untuk menambah nilai jual buah Semangka.

Simpanlah pada tempat yang bersih dan lebih baik pada fasilitas pendingin. Suhu yang direkomendasikan adalah 4 Derajat Celcius dengan kelembaban udara 80 – 85% pada cool room atau cold storage.

Bisa juga menggunakan teknologi berupa atmosfer terkontrol.

Nah itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menanam Semangka. Buah yang memiliki kadar air tinggi dan cita rasa manis tersebut memang selalu menjadi primadona masyarakat.

Anda dapat menerapkan metode tanam tersebut pada skala mikro atau makro.

Avatar Of Mas Budi

Saya seorang praktisi sekaligus hobiis di bidang pertanian dan peternakan. Menyukai aquascape, fotografi, dan blogging. Semoga tulisan saya dapat berguna bagi para pembaca. :)

Tinggalkan komentar