Cara Membuat Pupuk Organik Cair

Pupuk organik cair memang mudah ditemukan di pasaran atau toko-toko pertanian. Namun tak ada salahnya kalau Anda ingin mencoba cara membuat pupuk organik cair sendiri.

Pasalnya, membuat pupuk kompos sebetulnya cukup mudah dan tidak membutuhkan bahan baku yang sulit didapat. Hanya saja, memang proses pengomposan pupuk membutuhkan waktu yang lumayan lama, yakni sekitar 1 bulan atau lebih.

Sebetulnya, ada dua cara membuat pupuk organik cair yang bisa kita lakukan, yaitu dengan proses pengomposan dan proses fermentasi dalam kondisi anaerob dengan bantuan organisme.

Tapi perlu diketahui bahwa pupuk organik cair tidak cocok dijadikan sebagai pupuk utama karena akan rentan terbawa oleh erosi. Meski begitu, salah satu keunggulan pupuk cair adalah dapat digunakan untuk jenis tanaman apapun.

Berikut manfaat lain dari penggunaan pupuk cair:

Manfaat pupuk organik cair (POC)

  • Membantu pertumbuhan bunga dan bakal buah secara cepat
  • Meningkatkan pertumbuhan cabang produksi tanaman
  • Meningkatkan proses fotosintesis tananam
  • Mengurangi daun dan buah yang gugur
  • Mencegah kekeringan akibat pergantian cuaca dan serangan patogen

Setelah mengetahui manfaat pupuk cair, sekarang saya akan membahas bagaimana cara membuatnya dengan bahan-bahan yang mungkin ada di sekitar Anda.

Persiapan membuat POC

alat dan bahan membuat POC

Ada beberapa tahap persiapan sebelum kita mulai membuat POC, yaitu persiapan alat dan bahan.

Alat & Bahan

Alat yang dibutuhkan dalam pembuatan pupuk organik cair sebenarnya tidak terlalu sulit. Anda bisa menyiapkan ember plastik besar atau tong plastik dengan tutup yang kuat, jerigen plastik, kayu untuk mengaduk, dan pisau untuk memotong.

Pastikan Anda menggunakan alat-alat yang terbuat dari plastik untuk menjaga kualitas fermentasi tetap baik. Hindari menggunakan bahan besi karena dapat berkarat.

Beberapa bahan baku untuk membuat pupuk organik cair di antaranya ada ampas kelapa, sisa sayuran, batang pisang, tepung gandum, air cucian beras, kotoran ternak, dedak, serta bungkil.

Bahan-bahan lainnya:

  • 100 gram gula merah
  • 30 kg daun hijau (gedebog pisang, jerami, dan daun leguminosa)
  • 50 ml bioaktivator (EM4)
  • Air bersih secukupnya
  • 1 karung kotoran ayam.

Berikut cara membuat pupuk organik cair:

  1. Siapkan tong plastik kedap udara berukuran 100 liter yang digunakan untuk media pembuatan pupuk cair, botol plastik bekas aqua berukuran 1 liter, dan 1 meter selang aerotor yang transparan dengan diameter 0,5 cm agar lebih mudah digunakan.
  2. Lubangi tutup tong sesuai ukuran selang aerotor tersebut.
  3. Lakukan pemotongan pada bahan organik tadi, barulah dimasukkan ke dalam tong dan berikan air.
  4. Perhatikan komposisi perbandingannya, yakni 2 bagian utama bahan organik, dan 1 bagian sisanya adalah air. Jangan lupa aduk-aduk agar merata sempurna.
  5. Gunakan bioaktivator EM4 dan gula merah sebanyak 5 liter air untuk dilarutkan.
  6. Tambahkan larutan ke dalam tong yang sudah berisi bahan baku pupuk tersebut. Segera tutup tong rapat-rapat dan masukkan selang aerotor melalui tutup tong yang sebelumnya telah dilubangi.
  7. Rapatkan tempat selang tadi ke dalam supaya tidak terdapat celah udara.
  8. Pastikan ujung selang yang lain juga masuk ke dalamnya dengan diberikan air terlebih dahulu. Fungsi selang ini untuk membuat suhu adonan saat membuang gas tetap stabil, sehingga tidak perlu ada udara dari luar masuk ke dalam tong.
  9. Pada saat bahan baku sudah masuk di dalam tong maka terjadi reaksi anaerob sehingga tong harus ditutup rapat. Sebaiknya tunggu 7 hingga 10 hari agar hasilnya lebih efektif dan maksimal.
  10. Sementara itu, untuk proses pengecekan tingkat kematangan, cobalah buka penutup tong lalu cium bau adonan dari dalam. Jika berbau harum layaknya bau tape, maka adonan tersebut telah matang.
  11. Pada tahap ini harus segera dipisahkan antara cairan dengan ampasnya. Paling tidak gunakan saringan yang terbuat dari kain. Cairan tersebut digunakan sebagai pupuk organik cair dan ampas adonan digunakan untuk pupuk organik padat.
  12. Terakhir, masukkan cairan yang telah melewati proses penyaringan pada wadah botol plastik atau kaca, kemudian tutup rapat.
    Kemas pupuk organik cair secara baik agar bisa digunakan hingga 6 bulan.

Ciri-ciri POC yang sudah jadi

Cara membuat POC

Anda mesti mengetahui ciri-ciri POC yang telah jadi sehingga siap digunakan. Salah satu cirinya adalah pupuk yang sudah tidak berbau busuk dan justru memiliki bau fermentasi.

Pasalnya, jika pupuk masih berbau busuk maka berarti airnya masih mengeluarkan bakteri dan senyawa kimia yang cukup berbahaya. Karena itulah, komposisikan bahan baku yang sesuai sehingga mendapatkan POC yang sempurna.

Selain itu, Anda juga bisa mencoba langsung kepada tanaman dengan cara mencampur air dan POC dengan komposisi 5-10 cc per liter. Kemudian segera semprotkan ke daun tanaman dan tuangkan langsung ke akar tanaman dengan dosis yang sama agar lebih optimal.

Apabila selama 2-3 hari daun tanaman berubah menjadi lebih hijau, lebat, dan segar, maka POC buatan Anda sudah mengandung nutrisi yang baik.

Jika Anda merasa kurang yakin, Anda bisa juga melakukan uji kandungan POC ke dinas pertanian. Hanya saja, opsi ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar karena harus menunggu hasil laboratorium.

POC sudah memiliki kandungan hara yang cukup lengkap, dan hara mikro sangat baik untuk jenis tanaman apapun. Bahkan unsur kandungan tersebut akan menyehatkan tanaman untuk segera berbuah.

Pengaplikasian POC

Contoh POC yang sudah jadi

Tentu saja setelah Anda membuat POC, maka harus segera mengaplikasikannya ke tanaman. Anda bisa menyemprotkan POC secara langsung ke daun tanaman atau akar tanaman.

Selain itu, POC juga bisa diterapkan ke area batang dengan interval waktu satu minggu sekali atau tiga hari sekali.

Sebaiknya Anda perhatikan dosis dalam penggunaan POC. Gunakan perbandingan 20 ml pupuk organik cair dan 5 liter air, atau bisa juga 1 liter pupuk organik cair dan 100 liter air.

Namun sebenarnya dosis pengaplikasian POC bisa diukur sesuai jumlah tanaman. Hindari pula penggunaan POC yang terlalu berlebihan pada tanaman. Hal tersebut justru akan menimbulkan tanaman mudah layu dan akhirnya mati. Jadi, gunakan POC yang sewajarnya saja.

Perlu dipahami pula bahwa POC bisa dimanfaatkan dengan bahan lainnya, yakni insektisida ataupun fungisida kimia. Akan tetapi jangan digunakan bersama bakterisida karena dikhawatirkan tanaman akan mati.

Meskipun komposisi nutrisi tetap terserap oleh tanaman, tetapi kandungan bakteri pada POC bisa mati akibat terkena bakterisida tersebut.

Demikian ulasan dari cara membuat pupuk organik cair, semoga bisa menjadi pengetahuan baru bagi Anda. Tetap pastikan Anda membuatnya sendiri di rumah tanpa harus membeli di toko pertanian. Selamat mencoba.

Leave a Comment