Cara Membuat Hidroponik dengan Paralon

Memiliki tanaman di rumah sendiri tentu mampu menambah nilai keindahan lingkungan. Selain memberikan hawa lumayan sejuk, tanaman juga bermanfaat untuk kehidupan pangan kita.

Sayangnya, tak semua ruangan rumah mempunyai lahan cukup luas. Namun hal semacam ini masih bisa diatasi dengan membuat tanaman secara hidroponik.

Salah satu cara terbaik dalam menggunakan metode hidroponik dengan media paralon. Jika Anda tak tahu bagaimana proses pembuatannya, berikut cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon secara mudah dan praktis.

1. Perbedaan Sistem DFT dan NFT

sistem hidroponik DFT dan NFT

Begini, perbedaan mendasar antara sistem DFT dengan NFT terletak pada aliran airnya.

DFT atau Deep Flow Technique menggunakan air yang dialirkan dalam pipa lebih dalam, yakni kisaran 1/4 , ½ atau 5 cm bagian pipa.

Secara tidak langsung keluaran aliran nutrisi pada DFT dibuat sedikit tinggi, sehingga air nutrisi akan mengalir hingga batas keluarnya saja.

Sementara itu, sistem NFT atau Nutrient Film Technique merupakan metode dengan meletakkan akar tanaman pada lapisan paling dangkal, yakni , ± 0,5 – 1 cm.

Tentu saja air tersebut akan melakukan sirkulasi sehingga banyak mengandung nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Namun NFT paling ideal dibuat dengan media datar, misalnya talang air yang persegi.

2. Persiapan Alat dan Bahan

cara membuat hidroponik dari paralon

Anda mesti menyiapkan alat dan bahan terlebih dahulu sebelum melakukan proses penyemaian benih.

Jika Anda menggunakan hidroponik vertikal dengan paralon maka harus menerapkan sistem NFT.

Adapun bahan yang dibutuhkan adalah:

  • Paralon berukuran 3 inch
  • Penutup paralon
  • Penyambung paralon
  • Lem paralon
  • Gergaji pemotong
  • Bor listrik

Sementara bahan tambahan lainnya, yakni wadah tanam dari botol/gelas plastik, selang, pompa aquarium, solder, serta media & benih tanam.

Bahan tersebut Anda olah dengan bantuan alat seperti paralon yang akan dipotong, kemudian dibuat lubang.

Jangan lupa satu sisi paralon ditutup menggunakan penutup paralon, lalu satu sisi lainnya diberikan sambungan paralon sehingga dapat membentuk jalan air untuk mengarah ke paralon lain.

Lakukan cara semacam ini berulang sesuai jumlah kebutuhan tanaman hidroponik.

3. Penyemaian Benih dan Media Tanam

teknik menyemai cabe

Sebaiknya Anda gunakan media tanam busa / rockwool untuk membuat tanaman hidroponik dengan paralon. Busa akan mudah menyerap air lebih lama dibandingkan dengan media tanam lainnya.

Ambil beberapa busa, kemudian potong dengan ukuran kotak sedang atau bisa disesuaikan ukuran gelas/netpot agar bisa masuk ke dalam.

Sisipkan benih tanaman ke dalam busa tersebut. Jika sudah segera potongan busa yang berisi bibit tanaman ke dalam gelas plastik satu persatu.

4. Membuat Rancangan

Sebetulnya ada berbagai ide yang bisa dipilih saat membuat rancangan hidroponik dengan paralon. Paling umum menggunakan batang paralon dengan 20 lubang, sehingga Anda harus mengatur jarak antar lubang kemudian dilubangi dengan alat bor.

Gabungkan beberapa paralon dengan paralon T dan L. Tentunya rancangan tersebut telah selesai dan tinggal menanam tanaman.

5. Melubangi Paralon

Kini saatnya Anda melubangi paralon menggunakan mesin bor. Selanjutnya dengan pembuatan jalur air. Sebaiknya Anda gunakan dua jalur terlebih dahulu menggunakan dua paralon juga.

Siapkan alat untuk melubangi menggunakan mesin bor yang berukuran sama dengan gelas plastik. Pastikan Anda memberi jarak sekitar 20 cm pada setiap lubang, sehingga saat tanaman tumbuh besar tidak akan berhimpitan dengan lainnya.

Apabila Anda telah selesai melubangi dua paralon, setidaknya samakan dahulu ukuran panjangnya. Segera tutup lubang dengan penutup paralon, dan sisi yang lainnya dipasang penyambung paralon.

Setelah disambung, sisi lainnya juga harus ditutup menggunakan penutup paralon. Tutup kedua paralon dengan sambungan supaya air mampu melakukan sirkulasi udara atau berputar.

6. Membuat Rangka

Setelah paralon selesai dilubangi dan disambung satu dengan lainnya, Anda tinggal membuat kerangka paralon. Anda bisa mencoba membuat rangka rak hidroponik PVC 3 inch dengan membentuk huruf A atau tangga.

Siapkan dahulu rangka, bisa dari besi, baja ringan, atau kayu. PVC 3 inch dilubangi untuk tempat net pot dan penyangga PVC menggunakan besi yang telah melengkung.

Pada ujung PVC dipasang pipa kecil yakni ukuran ¾ inch sebagai pembuangan ke tendon. Pipa tersebut harus diatur ketinggian agar air di dalam paralon menyentuh dasar netpot. Sedangkan instalasi input nutrisi air, gunakan PVC ½ inch untuk pipa primer dan tambahkan selang HDPE sebagai pipa sekunder sehingga dapat disalurkan ke semua PVC media tanam.

Sementara itu, jarak tanam perlu diatur antara 15 cm hingga 20 cm, dimana diukur dari awal atau titik tengah lingkaran lubang. Jika tanaman yang memiliki daun lebar, tentu jaraknya semakin lebar, begitu pula sebaliknya. Pastikan disesuaikan dengan jenis tanaman yang hendak ditanam.

Alangkah baiknya meletakkan rak tanpa naungan atau dengan naungan. Pasalnya jika Anda akan meletakkannya di luar tanpa naungan, maka harus siap saat musim hujan. Cara membuat rangka ini sebenarnya cukup mudah hanya saja membutuhkan kesabaran dan ketelitian.

6. Pasang Netpot (atau gelas air mineral yang dilubangi)

cara-membuat-paralon-hidroponik

Selain melubangi paralon, gelas air mineral juga perlu dilubangi dan pastikan jumlahnya sesuai dengan lubang yang terdapat para paralon.

Caranya dengan memanaskan hidroponik pada paralon, lalu lubangi juga gelas plastik tersebut. Panaskan solder listrik, dan buat lubang kecil-kecil di bagian bawah dan sisi gelas plastik.

Namun Anda perlu ingat bahwa jangan membiarkan satu lubang terbuka. Karena lubang yang kosong tersebut akan digunakan sebagai tempat pemberian nutrisi hidroponik dalam bentuk larutan cairan. Selain itu, akan memudahkan Anda jika membuat larutan cairan buatan sendiri.

7. Pemindahan Bibit

Tahap pemindahan bibit jika menggunakan arang sekam dan cocopeat, maka segera cabut bibit dengan cara menjepit batangnya. Sebelum itu bersihkan dari bekas media tanam dengan menggoyangkannya di air sampai bersih.

Sediakan pula spon atau busa yang berguna untuk menyangga batang. Potong spon atau busa sesuai dengan ukuran pot, kemudian lubangi di bagian bawahnya sekitar 2cm x 2 cm.

Sementara jika, penyemaian menggunakan rockwool, maka pindahkan bibit yang tumbuh pada rockwool secara langsung ke dalam pot. Pasalnya akar tanaman harus menjuntai bebas ke bawah sehingga tanaman tersebut tidak rusak dan cacat.

8. Pemberian Nutrisi Hidroponik

nutrisi hidroponik

Terakhir Anda bisa memberikan nutrisi hidroponik tanaman dengan cara mencampur senyawa kimia dan air bersih melalui lubang paralon yang memang sengaja dikosongkan.

Gunakan selang dan pompa untuk memasukkan air ke dalam paralon tersebut. Berikan sisa ruang sehingga tanaman tetap mendapatkan oksigen sehingga harus diperhatikan tinggi airnya.

Setelah itu, tunggu beberapa hari sampai tanaman mengalami pertumbuhan. Segera berikan nutrisi hidroponik AB-Mix yang bisa didapatkan di toko pertanian.

Siram tanaman dengan nutrisi tersebut setiap hari secara cukup. Kini Anda tinggal menunggu selama satu bulan untuk proses pemanenan.

Itulah cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon. Sebaiknya tempatkan tanaman hidroponik pada area yang cukup menerima sinar matahari agar dapat tumbuh dan berkembang.

Leave a Comment