Cara Budidaya Lobster Air Tawar

Siapa yang tidak kenal Lobster? Hewan air yang mirip dengan udang tersebut terkenal bisa diolah menjadi kuliner yang lezat.

Tapi tahukah Anda jika selain hidup di laut Lobster juga ternyata ada yang hidup di air tawar atau yang biasa dikenal dengan nama Lobster air tawar.

Lobster air tawar merupakan keluarga Crustacea atau udang-udangan dengan jenis yang sering dibudidayakan di Indonesia adalah seperti Cherax destructor, Procambarus clarkii, serta yang paling populer dan mudah ditemui adalah Crelax quadricarinatus atau Redclaw.

Sebagai salah satu hasil budidaya perairan air tawar, Lobster air tawar juga tidak berbeda jauh dibandingkan dengan Lobster air asin.

Rasanya yang lezat dan daging yang tidak terlalu berair atau kesat membuat Lobster air tawar juga memiliki nilai jual yang relatif tinggi.

Meskipun harganya tidak murah namun hal tersebut tidaklah mengurangi peminat dari Lobster.

Malahan pasokan Lobster di pasaran masih terbilang jauh dari permintaan pelanggan. Hal tersebut tentu saja membuat peluang budidaya Lobster cukup menggiurkan.

Salah satu keunggulan dalam membudidayakan Lobster air tawar adalah karena bisa Anda lakukan meskipun jauh dari pesisir.

Bahkan bisa dibilang budidaya hewan air tersebut bisa Anda lakukan dari halaman belakang rumah, sehingga bisa dibilang cukup menguntungkan.

Maka dari itu bagi Anda yang tertarik untuk melakukan budidaya Lobster air tawar, saya akan memberikan beberapa langkah-langkah yang bisa dilakukan.

1. Lingkungan Hidup Lobster air tawar

panduan budidaya lobster air tawar

Pertama yang harus Anda lakukan adalah mengetahui terlebih dahulu lingkungan hidup Lobster air tawar.

Dengan mengetahui habitat aslinya, diharapkan agar nantinya Lobster bisa tumbuh dan berkembang dengan baik sehingga bisa menghasilkan Lobster berkualitas.

Habitat asli Lobster air tawar adalah di sungai, rawa, atau danau.

Lobster tersebut memang bisa hidup di berbagai tempat dimana ada air tawar yang tidak dapat membeku sampai dasarnya, cukup mengalir, memiliki tempat berlindung, dan air tawar tersebut tidak tercemar.

Lingkungan hidup lobster yang baik haruslah memenuhi beberapa kriteria agar bisa tumbuh dan berkembang biak dengan optimal.

Beberapa kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Meskipun Lobster air tawar termasuk toleran dengan tingkat oksigen rendah namun tingkat kandungan oksigen pada air yang dianjurkan adalah sekitar 4 ppm atau oksigen terlarut yaitu lebih dari 5 mg/liter.
  2. Suhu udara yang cocok untuk hidup Lobster air tawar adalah pada suhu yang sejuk atau sekitar 25 – 29 °C, sehingga akan lebih baik jika Anda membuat kolam pada tempat yang jauh dari sengatan matahari atau dengan atap tertutup.
    Kadar pH atau tingkat keasaman air adalah sekitar 7 – 9.
  3. Air untuk budidaya Lobster air tawar juga sebaiknya memiliki kandungan kapur sedang hingga tinggi untuk menjaga kadar kalsium dalam pembentukan cangkang Lobster air tawar.
  4. Tingkat kekeruhan pada kedalaman air juga perlu Anda perhatikan yaitu dengan ukuran sekitar 20 – 40 cm yang bisa diukur dengan menggunakan Secchi disk.
  5. Sebagai hewan air tawar, salinitas atau tingkat keasinan adalah sekitar 0 – 5 ppt.
  6. Salah satu yang terpenting adalah memastikan air kolam budidaya bebas dari pencemaran terutama pestisida atau dengan pengukuran kadar amonia tidak boleh lebih dari 0,05 mg/liter.

2. Penentuan dan Pembuatan Media Budidaya Lobster air tawar

cara beternak lobster air tawar

Sebenarnya tidak ada patokan standar untuk media budidaya Lobster air tawar, maka dari itu ada beberapa variasi media yang bisa digunakan.

Tetapi pada umumnya, media tersebut bisa dibedakan berdasarkan pola budidaya yang Anda terapkan, ekstensif atau intensif.

Jika menerapkan pola budidaya ekstensif atau tradisional maka Anda bisa menggunakan media budidaya kolam tanah.

Selain mudah dilakukan, kolam tanah juga ideal untuk pertumbuhan Lobster air tawar, hanya saja membutuhkan pasokan air yang lebih banyak.

Apabila Anda menerapkan pola budidaya intensif, Anda bisa menggunakan media budidaya berupa kolam semen, kolam terpal, atau kolam fiber.

Pola budidaya intensif akan menghasilkan Lobster yang lebih baik namun juga akan memerlukan biaya yang lebih besar.

Setelah mempertimbangkan media kolam budidaya yang akan digunakan, maka selanjutnya Anda bisa mulai membuatnya.

Ukuran kolam bisa Anda buat berdasarkan ukuran lahan yang disediakan, pada umumnya berukuran sekitar 200 x 200 x 50 cm untuk satu indukan.

Selain itu dalam pembuatan kolam budidaya pembesaran Lobster air tawar juga perlu Anda siapkan shelter atau tempat berlindung Lobster.

Shelter tersebut bisa dibuat dengan menggunakan pipa paralon atau batu bata roster, agar sesuai seperti habitat asli Lobster.

3. Pemilihan Indukan Lobster air tawar

cara beternak lobster air tawar

Setelah Anda selesai menentukan dan membuat kolam media budidaya Lobster air tawar, selanjutnya Anda bisa mulai memilih indukan Lobster yang baik sebelum mulai pembenihan.

Anda perlu memilih indukan Lobster air tawar jantan dan betina yang berkualitas dan sehat.

Indukan Lobster air tawar bisa dibedakan jenis kelaminnya berdasarkan ciri-ciri primer maupun sekunder yang dimiliki masing-masing jenis kelamin tersebut, yaitu sebagai berikut:

Lobster jantan

  1. Terdapat tonjolan di dasar tungkai pada kaki jalan yang kelima, bisa dihitung dengan mengurutkan dari kaki jalan pertama yang berada di bawah mulut.
  2. Tangkai capit memiliki ukuran 2 hingga 3 kali lebih besar dari ruas pertama.
  3. Warna merah capit pada Lobster air tawar jantan lebih terang dan luas.
  4. Ukuran kepala lebih besar dibandingkan badan.
  5. Ciri sekundernya adalah Lobster air tawar jantan memiliki warna tubuh yang relatif lebih cerah daripada Lobster air tawar betina.

Lobster betina

  1. Terdapat lubang bulat pada kaki jalan yang ketiga, bisa dihitung juga dengan mengurutkan dari kaki jalan pertama yang berada di bawah mulut.
  2. Tangkai capit memiliki ukuran 1,5 kali lebih lebar dari ruas pertama.
  3. Warna capit cenderung lebih hitam dan hanya sedikit warna merahnya.
  4. Ukuran badan lebih besar dibandingkan kepala.
  5. Ciri sekundernya adalah Lobster air tawar betina memiliki warna tubuh yang yang relatif tidak secerah Lobster air tawar jantan.

Untuk mendapatkan indukan yang berkualitas tersebut Anda bisa membelinya di toko yang sudah terpercaya atau bersertifikat.

Selain itu, dalam memilih indukan Lobster air tawar sebaiknya Anda juga perlu memperhatikan beberapa cara dalam memilih indukan yaitu:

  1. Carilah indukan Lobster air tawar yang ukurannya di atas 10 cm atau berukuran kurang lebih 20 – 25 cm.
  2. Indukan Lobster air tawar berusia sekitar 5 – 6 bulan.
  3. Memiliki tampilan yang menawan dan gerakannya lincah.
  4. Karena Lobster adalah termasuk hewan hermaprodit atau memiliki kelamin ganda maka jangan sampai Anda mendapatkan Lobster banci atau berkelamin jantan dan betina, sebab Lobster tersebut tidak akan bisa bertelur atau berkembang biak.
  5. Sebaiknya Anda tidak mengawinkan Lobster muda yaitu yang belum berusia sekitar 5 – 6 bulan atau berukuran kurang dari 10 cm, sebab jika Anda mengawinkan Lobster muda maka pertumbuhan anakan nantinya akan lambat.
  6. Indukan Lobster air tawar berkualitas biasanya mampu bertelur hingga 200 telur.
  7. Usahakan memilih indukan Lobster air tawar yang memiliki spesies murni.

4. Pembenihan

cara beternak lobster air tawar

Proses pembenihan dapat Anda lakukan setelah memilih indukan Lobster air tawar jantan dan betina yang berkualitas baik.

Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan selama Anda melakukan proses pembenihan tersebut. Saya akan menjelaskannya runtut satu per satu.

1. Pemijahan

Pemijahan atau pengawinan Lobster air tawar dapat Anda lakukan dengan cara menggabungkan indukan jantan dan betina dalam satu tempat atau kolam.

Pada dasarnya dalam perkawinan Lobster, betina lah yang akan memilih pasangannya.

Oleh sebab itu pemijahan benar-benar hanya bisa dilakukan secara alami. Anda hanya bisa membantu dengan menyediakan prasyarat agar kondisi lingkungan bisa memungkinkan terjadinya perkawinan atau pemijahan.

Beberapa prasyaratnya yaitu:

  1. Suhu tempat pemijahan adalah sekitar 23 – 29 °C dengan suhu ideal 27 °C.
  2. Memiliki cahaya terang selama 12 jam dan gelap selama 12 jam.Pemijahan juga bisa dilakukan dengan dua cara yaitu secara massal atau individu. (Pemijahan massal bisa dilakukan di kolam dengan ukuran tubuh indukan minimal 20 – 22 cm serta perbandingan indukan jantan dan betina adalah 2:3 per meter persegi.)
  3. Sedangkan jika Anda melakukan pemijahan individu, bisa dilakukan di akuarium atau wadah dengan ukuran tubuh indukan minimal 16 – 18 cm serta perbandingan indukan jantan dan betina adalah 1:1 per akuarium atau wadah yang Anda gunakan.
  4. Selama perkawinan, Lobster jantan dan betina akan membentuk formasi seperti huruf Y. (Selanjutnya Lobster jantan akan mulai membuahi betina, lalu setelah proses pembuahan selesai Lobster betina akan mulai menjauh perlahan dari Lobster jantan.)

Berhasilnya pembuahan dapat dilihat dari indukan Lobster betina yang akan melipat ekornya hingga mengenai kaki kelima serta badannya akan berbusa.

Nantinya telur akan keluar dari lubang pangkal kaki ketiga dan disimpan selama sekitar seminggu.

2. Pengeraman dan penetasan telur

Setelah sekitar dua atau tiga minggu Anda menunggu sejak pembuahan dilakukan. Maka proses pembenihan selanjutnya adalah pengeraman dan penetasan telur Lobster.

Ada tiga tahapan perkembangan alamiah dari telur hingga terbentuk juvenil.

1. Masa pra juvenil atau pra larva, yaitu perkembangan embrio dalam telur.

Beberapa ciri-ciri perkembangannya adalah sebagai berikut:

  1. Minggu ke-2, telur terlihat masih berbentuk bulat
  2. Minggu ke-3, mulai terdapat bintik hitam pada telur, bintik hitam tersebut yaitu adalah embrio

2. Masa juvenil atau larva, yaitu perkembangan larva saat mulai diasuh indukan.

Beberapa ciri-ciri perkembangannya adalah sebagai berikut:

  1. Minggu ke-4, akan terbentuk capit, sungut, dan kaki pada embrio di dalam telur. Meskipun embrio sudah mulai tumbuh, namun anakan Lobster belum bisa hidup mandiri, sehingga jika telur rontok dari indukan maka dipastikan juvenil atau larva akan mati.

3. Masa post juvenil atau post larva, yaitu perkembangan saat juvenil atau larva lepas dari ruas abdomen tubuh indukan.

Beberapa ciri-ciri perkembangannya adalah sebagai berikut:

  1. Minggu ke-5, hampir seluruh kuning telur mulai habis dan pada tahap inilah juvenil atau larva mulai lepas dari indukan satu persatu dan mencari makanan sendiri. Biasanya tidak akan semuanya lepas, sehingga Anda bisa merontokkan sisa telur yang masih menempel.

Pada usia 2 – 3 minggu setelah pembuahan atau pada masa pra juvenil tersebut, Anda bisa mulai memindahkan indukan ke kolam atau akuarium untuk pengeraman.

Biarkan hingga semua telur menetas yaitu sekitar 5 minggu atau masa post juvenil.

Setelah penetasan berhasil, jangan lupa pindahkan Lobster indukan betina ke kolam atau akuarium lain setelah kakinya bersih dan tidak ada anakan yang menempel.

Biarkan indukan betina beristirahat sekitar dua minggu hingga sampai berganti kulit.

Pergantian kulit tersebut menandakan bahwa Lobster telah bertambah besar, sehingga indukan Lobster betina berpeluang untuk bertelur lebih banyak. Dalam masa istirahat, ada juga kemungkinan indukan betina bisa bertelur tanpa dibuahi.

3. Pemeliharaan benih

Langkah selanjutnya dalam proses pembenihan yang dapat Anda lakukan adalah memelihara benih atau anakan Lobster yang telah berhasil menetas.

Cara pemeliharaan tersebut yaitu dengan pemberian makan dan menjaga kebersihan air.

Pemberian pakan dapat dilakukan 2 kali sehari dengan pakan berupa cacing sutra, kutu air, plankton, artemia, dan tepung ikan atau pellet.

Pastikan Anda memberikan pakan secukupnya saja, sebab jika terlalu banyak malah bisa membuat juvenil mati.

Selain itu pemberian makan yang cukup dan tidak bersisa juga mencegah terendapnya sisa pakan di dalam air yang akan meningkatkan kadar amonia. Sebagai ukuran, sebaiknya pakan diberikan sekitar 3% dari besar badan juvenil.

Hal tersebut juga sekaligus menjaga agar air tetap dalam keadaan bersih. Pemeliharaan juvenil atau lava Lobster dapat Anda lakukan hingga berumur sekitar 14 – 20 hari atau hingga juvenil Lobster berukuran mencapai kurang lebih 1 – 2 cm.

Tingkat kematian benih Lobster selain dipengaruhi oleh kebersihan air juga umumnya disebabkan oleh adanya pergantian kulit.

Kematian bisa juga terjadi karena adanya racun atau bahan kimia yang mencemari kolam pembenihan Lobster.

4. Pendederan dan pemindahan benih

Salah satu waktu terbaik untuk pemanenan adalah sebelum jam 9 pagi dan dilakukan di tempat terbuka.

Anda bisa memindahkan anakan Lobster yang sudah berukuran sekitar 1 – 2 cm menggunakan plastik scoopnet berukuran 20 x 19 cm.

Panen sebaiknya dilakukan dengan air baru dan jangan menggunakan air dari kolam pembenihan. Namun, pastikan pula parameter dan kualitas air harus sama seperti di kolam atau akuarium sebelumnya. Hal tersebut dilakukan agar benih tidak stres.

5. Pembesaran Lobster

panduan budidaya lobster air tawar

Nah selanjutnya benih yang sudah dipindah pada tahapan sebelumnya bisa mulai Anda besarkan hingga siap panen untuk dikonsumsi.

Selain itu, pembesaran juga bisa dilakukan untuk membudidayakan Lobster air tawar untuk hias yang juga cukup banyak peminatnya.

Kolam pembesaran tersebut bisa berupa kolam tanah, kolam terpal, kolam semen, atau kolam fiber bahkan akuarium pun bisa.

Benih yang siap didederkan dan akan ditebar haruslah yang memiliki ukuran seragam dengan kepadatan sebar sekitar 5 – 10 ekor/ m².

Kemudian lakukan perawatan Lobster air tawar yang akan dilakukan pembesaran dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Pemberian pakan

Pakan harus Anda berikan rutin 2 kali sehari dengan volume pakan sekitar 3% dari bobot tubuh Lobster.

Selain itu alangkah lebih baik jika Anda memberikan pakan sebanyak 25% di waktu pagi hari dan sisanya sebanyak 75% dilakukan di sore hari.

Jika pakan tidak habis atau tersisa sebaiknya saat pemberian pakan berikutnya Anda bersihkan sisanya.

Sebab bila pakan tidak dibersihkan maka akan mengendap di dalam air serta bisa membuat meningkatkan kadar amonia dan pencemaran air.

2. Pengendalian hama dan penyakit

Meskipun Lobster air tawar relatif lebih tahan penyakit dibanding jenis Lobster lain, namun bukan berarti bahwa Lobster air tawar terbebas dari gangguan hama dan penyakit.

Ada beberapa penyakit yang biasa menyerang dan cukup berbahaya yaitu:

  1. Serangan virus yang menyebabkan penyakit White Spot Disease (WSD). Virus tersebut sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan kematian Lobster dalam satu kolam.
  2. Bakteri Rickettsia-like yang bisa menyebabkan infeksi Lobster dengan tanda berupa bintik hitam atau biru pada kerangka luarnya dan membuat Lobster air tawar melemah.
  3. Jamur (Crayfish plague) juga bisa menyebabkan kematian pada Lobster air tawar, jamur tersebut bisa ditularkan melalui peralatan budidaya atau kutu Aphanomyces astaci.
  4. Selain penyakit, Lobster juga bisa terganggu oleh hama seperti ular, tikus, burung, lele, dan ikan gurame.

Untuk mengendalikan hama dan penyakit tersebut Anda harus selalu menjaga kualitas air. Salah satu caranya adalah dengan melakukan penyedotan kotoran maksimal 50% dari kapasitas air untuk Lobster besar dan 25% pada Lobster kecil.

Selain itu, Anda juga harus berhati-hati agar tidak memasukkan Lobster yang terinfeksi ke dalam kolam, menjaga kepadatan penebaran benih, menjaga kandungan amonia dalam air, serta menjaga kebersihan air dan peralatan budidaya.

6. Panen

cara beternak lobster air tawar

Lobster air tawar dapat Anda panen untuk dijual atau dikonsumsi saat berusia 6 – 8 bulan dengan berat tubuh sekitar 100 gr lebih atau sekitar 10 – 12 ekor per kilogram.

Semakin berat Lobster air tawar tersebut maka dipastikan harganya pun dijamin akan semakin mahal.

Demikian penjelasan singkat tentang cara membudidayakan Lobster air tawar yang baik. Cara tersebut tentunya tidak terlepas dari keuletan dan semangat yang Anda lakukan saat melakukan budidaya.

Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda, salam budidaya!

Mas Budi

Saya seorang praktisi sekaligus hobiis di bidang pertanian dan peternakan. Menyukai aquascape, fotografi, dan blogging. Semoga tulisan saya dapat berguna bagi para pembaca. :)

Tinggalkan komentar