Cara Budidaya Jamur Kuping

Jamur kuping merupakan jenis jamur yang sering dijadikan bahan masakan seperti sup dan olahan sayur lainnya. Bukan saja karena tekstur kenyalnya yang unik, tapi juga karena khasiatnya yang baik untuk kesehatan.

Hal ini jugalah yang membuat semakin maraknya petani jamur kuping, sebab cara budidaya jamur kuping yang mudah, mereka bisa untung besar. Anda mau coba?

Syarat Tumbuh Jamur Kuping

Membudidayakan jamur kuping, tentunya Anda wajib tahu dulu apa syarat tumbuh dari tanaman bernama Auricularia auricular tersebut.

Media tumbuh alaminya adalah menempel pada batang kayu yang sudah lapuk, kemudian soal kelembaban udara, jamur dengan tekstur kenyal ini akan tumbuh maksimal pada kelembaban antara 80 persen hingga 90 persen.

Karena biasa tumbuh di dataran tinggi, suhu terbaik yang akan membantu jamur berkembang sesuai harapan adalah 22 derajat celcius hingga 28 celcius.

Kebanyakan para pembudidaya jamur kuping menciptakan suasana ideal bagi jamur dengan memaksimalkan suhu, kelembaban, dan juga media tanam paling tepat.

Jenis-Jenis Jamur Kuping

Ada tiga jenis jamur kuping yang familiar dibudidayakan, yaitu:

1. Jamur Kuping Merah

Memiliki nama latin Auricularia auricula-judae, jenis ini punya tekstur kenyal dan biasanya hidup di batang pepohonan yang lembab dan sudah mati.

Pemanfaatannya adalah sebagai bahan masakan terutama sup, karena ketika direndam dengan air rasa kenyal dan renyahnya jadi favorit pencinta kuliner.

2. Jamur Kuping Putih

Jamur jenis ini disebut juga Tremella fuciformis dengan karakter warna tubuh putih dengan rumbai pada berbagai sisi tubuhnya dan sekilas terlihat bening.

Media tumbuh dari jamur ini juga sama dengan jamur kuping jenis lain, yaitu batang pohon mati yang masih lembab dan lapuk. Di China jamur ini dihidangkan sebagai pencuci mulut.

3. Jamur kuping hitam

Nama latinnya Auricularia polytricha dengan warna coklat tua tapi tetap dengan karakter bening dan mirip telinga manusia.

Pemanfaatannya juga kebanyakan untuk bahan masakan terutama di benua Asia. Biasanya jamur jenis ini dijual dalam kondisi kering, sehingga harus direndam agar mengembang terlebih dahulu sebelum diolah.

Fermentasi Media Tanam

Sebelum media tanam berupa campuran serbuk kayu, air, bekatul dan kapur pertanian digunakan, harus melalui proses fermentasi terlebih dahulu.

Tujuannya adalah agar media benar-benar steril untuk ditanami jamur, sehingga tidak ada organisme lain atau senyawa yang akan mengganggu proses pertumbuhan jamur kuping.

Prosesnya adalah:

  • Media yang sudah dicampur secara merata, didiamkan antara empat hingga lima hari
  • Pastikan suhu media yang disimpan dalam plastik dan tertutup rapat itu mengalami peningkatan hingga mencapai 70 derajat celcius.
  • Bolak balik media setidaknya dua hari sekali, agar proses fermentasi maksimal.
  • Tanda media sudah terfermentasi adalah warnanya berubah menjadi coklat hingga hitam.

Pembuatan Baglog

pembuatan baglog

Baglog adalah media tanam jamur kuping yang sudah difermentasi dan merupakan campuran bahan alami seperti serbuk kayu, bekatul dan kapur.

Media tersebut kemudian dicampur rata dan dimasukkan ke dalam plastik khusus dan difermentasi. Setelah fermentasi barulah dibuat baglog, yaitu dengan cara:

  1. Media tanam yang sudah melalui proses fermentasi dimasukkan ke dalam plastik yang tahan terhadap suhu panas. Upayakan plastik yang dipilih berkapasitas 1 kg, dengan ketebalan 0,5 mm dan memiliki tinggi 20 cm.
  2. Tekan media tanam hingga padat dan tidak menyisakan ruang udara pada berbagai sisinya. Caranya dengan menekan media pakai botol, sehingga media terlihat seperti botol yang sedang berdiri.
  3. Buat bagian leher pada plastik dengan mengerucutkan bagian atas plastik dan diberi penutup atau cincin.
  4. Tutup bagian atas plastik menggunakan kapas dan cincin tadi. Gunanya adalah untuk mencegah masuknya air ketika media disterilisasi dengan proses penguapan.

Sterilisasi Media Tanam

Sebelum digunakan pada cara budidaya jamur kuping selanjutnya, media tanam yang sudah dibentuk menjadi baglog harus melalui proses sterilisasi.

Gunanya adalah untuk menghilangkan bakteri dan kuman yang masih ada di dalam media. Hal itu akan mengganggu proses tumbuh kembang jamur kuping.

Cara sterilisasi adalah dengan pengukusan baglog menggunakan media kukus atau diuapkan.

Susun baglog di dalam drum, lalu dipanaskan menggunakan alat pemanas, pastikan suhu mencapai 90 derajat celcius dan diamkan selama delapan jam.

Selama proses ini, biarkan baglog tertutup rapat di dalam drum, jangan dibuka tutup drumnya untuk memaksimalkan proses sterilisasi. Hal yang perlu dipastikan hanyalah suhu stabil pada angka 90 derajat celcius.

Proses Inokulasi Jamur Kuping

Baglog yang sudah disterilkan, kemudian didinginkan hingga suhunya kembali normal dan siap untuk dijadikan media tanam melalui proses inokulasi.

Proses inokulasi adalah penanaman bibit pada media tanam yang kemudian ditempatkan pada rak tumbuh yang disebut kumbung.

Proses inokulasi meliputi:

  • Pastikan telapak tangan Anda bersih, caranya dengan mencuci tangan pakai alkohol kadar 70 persen.
  • Panaskan alat pemindah bibit, biasanya berupa stik terbuat dari besi di atas api spiritus untuk mensterilkannya, lalu dinginkan.
  • Semprot tutup baglog menggunakan alkohol untuk mensterilkan area media tanam
  • Hangatkan kapas penutup baglog, sisihkan.
  • Ambil bibit dari botol menggunakan stik besi.
  • Buka penutup baglog dan masukkan bibit ke dalam baglog.
  • Kocok baglog agar bibit menyebar pada semua bagian baglog.
  • Tutup kembali baglog dengan kapas dan cincinnya.
  • Tata baglog di atas rak kumbung dan proses penanaman mulai berlangsung.

Perawatan Jamur Kuping

Selama masa pertumbuhan, Anda harus memastikan suhu media dan ruangan tetap stabil antara 280-350 derajat celcius. Begitu juga dengan kelembabannya yang harus mencapai 80 persen.

Penggunaan lampu 60 watt merupakan salah satu upaya menjaga kondisi media dan ruang tanam tetap cocok bagi pembudidayaan jamur kuping.

Lakukan pengawasan pada baglog hingga berusia 2 bulan, pastikan tidak ada jamur atau penyakit yang merusak baglog.

Caranya dengan menjaga kebersihan ruangan, memberikan obat hama yang sesuai dengan jenis hama dan perlakukan yang tepat bagi baglog. Dengan begitu Anda bisa meminimalisasi kegagalan dalam budidaya jamur kuping.

Tanda kegagalan biasanya adalah ketika sudah dua bulan lebih, baglog tidak memberikan tanda munculnya cikal bakal jamur baru atau miselium. Artinya Anda harus bersiap untuk mengulang semua prosesnya dari awal lagi.

Pemanenan

Waktu panen ideal jika semua proses penanaman berjalan lancar adalah sebulan setelah bibit disemai.

Tandanya adalah jamur sudah berkembang dengan diameter ideal untuk panen, yaitu antara 2-15 sentimeter.

Cara panennya adalah dengan mencabut jamur hingga akarnya secara perlahan, lalu pindahkan jamur ke tempat penyiangan, lalu bersihkan, dan jamur pun siap dipasarkan.

Sebagian orang mungkin menilai cara budidaya jamur kuping tergolong rumit karena harus melewati beberapa proses panjang. Tapi sebenarnya selama Anda melakukannya dengan tepat, keberhasilan budidaya sudah di depan mata.

Tinggal menunggu keuntungan yang bisa diperoleh dari budidaya tersebut, karena peminat jamur kuping masih sangat banyak dan pemasarannya juga sangat luas.

Saya seorang praktisi sekaligus hobiis di bidang pertanian dan peternakan. Menyukai aquascape, fotografi, dan blogging. Semoga tulisan saya dapat berguna bagi para pembaca. :)

Tinggalkan komentar