Cara Budidaya Jamur Kancing

Anda pernah makan sup jamur kancing? Rasanya sangat gurih dan renyah, ditambah pula sejumlah nutrisi penting di dalam jamur yang juga dikenal dengan nama champignon ini. Makanya banyak yang memanfaatkannya sebagai bisnis dengan menggunakan cara budidaya jamur kancing yang sangat mudah. Apakah Anda juga mau mencoba membudidayakannya?

Konon kabarnya jamur yang juga sering disebut white mushroom ini awalnya dibudidayakan oleh masyarakat di Prancis abad ke-17. Awalnya tumbuh alami pada kotoran kuda dan kemudian dikembang biakkan secara lebih baik melalui berbagai metode, sehingga menghasilkan produk jamur yang lebih higienis dan layak untuk dikonsumsi.

Syarat Tumbuh Jamur Kancing

Jika Anda ingin mencoba membudidayakan jamur kancing, perlu diketahui dulu syarat tumbuh dari jamur yang satu ini. Pertama adalah memastikan lokasi penanaman dengan suhu sejuk antara 17-20 derajat celcius dan kelembaban sekitar 65 persen ke atas. Selain itu media tanamnya juga harus dipastikan memiliki nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembang jamur tersebut.

Ketinggian media sebaiknya 600 meter dari permukaan laut, dengan pH media berkisar 6,5 hingga 7. Jamur ini juga akan mudah tumbuh jika kondisi air medianya cukup, tidak terlalu berlebihan karena hanya akan menyebabkan mudah busuk dan mati. Secara alami tanaman ini juga bisa tumbuh subur pada batang pohon yang sudah lapuk terutama pada pohon karet atau damar.

Persiapan Alat dan Bahan

Untuk mulai proses budidayanya, Anda harus mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Berikut ini penjabarannya.

Alat:

  • Botol
  • Rak untuk menempatkan media tanam yang biasa disebut kumbung dan terbuat dari rotan atau kayu.
  • Gunting untuk memotong jerami
  • Timbangan untuk mengukur bahan
  • Ember
  • Alat pencampur bahan
  • Drum untuk sterilisasi
  • Terpal untuk menutupi media yang sudah disiapkan
  • Kaleng
  • Alas untuk tempat mencampur bahan
  • Alat pembangkit uap
  • Alat sterilisasi
  • Kipas angin atau bisa diganti es balok atau penggunaan alat pendingin ruangan (AC)
  • Kardus atau kotak yang terbuat dari plastik

Bahan:

  • Air Kelapa
  • Bibit jamur (F3)
  • Bekatul
  • Pupuk ZA
  • Pupuk TSP
  • Pupuk Urea
  • Jerami
  • Kapur
  • Tanah
  • Kotoran Kuda atau ayam
  • Natrium Klorida
  • Sodium Metabisulfite

Pembuatan Media Tanam

Hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat media tanam yang akan digunakan untuk membudidayakan jamur kancing. Caranya adalah dengan mempersiapkan bahan media perbandingan 100 persen jerami ditambah 2,5 persen kapur pertanian, 3 persen bekatul. Lalu siapkan juga pupuk yang akan dipakai untuk proses pembuatannya yaitu 1 persen ZA, 9 persen Urea, dan 1,2 persen TSP.

Pilih jerami yang sudah cukup umur dan berwarna kecoklatan, agar proses tanam nanti berhasil maksimal. Kapur pertanian yang Anda gunakan bisa jenis dolomit. Sementara pupuk yang digunakan bisa dibeli pada toko penjualan pupuk dengan komposisi yang tepat. Acuannya adalah jumlah jerami yang dipakai, lalu hitung persentase bahan lain berdasarkan jumlah total jerami.

Proses Pengomposan

Selanjutnya Anda bersihkan jerami dan potong-potong menggunakan alat potong hingga berukuran kecil. lalu bentangkan alas di dalam ruangan yang akan dijadikan tempat budidaya, letakkan jerami yang sudah dicuci pada dasar alas dengan tebal 10-15 sentimeter. Lanjutkan dengan memberi tambahan kapur dan bekatul secara selang seling.

Anda bisa menambahkan pupuk urea dan air, lalu bolak-balik media hingga kelembaban merata di semua bagiannya dan diamkan selama enam hari. Cara budidaya jamur kancing adalah dengan menambahkan pupuk ZA dan diaduk rata pada media tanam, diamkan kembali 10 hari. Setelah itu tambahkan pupuk TSP dan aduk rata, lalu diamkan selama 17 hari.

Sterilisasi Media Tanam

Setelah melakukan pengomposan media tanam, langkah selanjutnya adalah melakukan sterilisasi media tanam agar siap untuk dijadikan tempat tumbuh jamur kancing. cara sterilisasinya adalah:

  • Kumbung wajib dibersihkan terlebih dahulu, caranya dengan menghilangkan debu menggunakan sapu, dan disemprot fungisida agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya jamur jenis lain.
  • Letakkan media tanam yang sudah dikomposkan dengan penataan rapi di atas rak kumbung, pastikan tebal media 15 sentimeter agar pertumbuhan jamur kancing benar-benar baik.
  • Tutup semua ventilasi udara di dalam kumbung.
  • Panaskan air menggunakan drum dan mesin untuk memanaskan air hingga suhunya mencapai 70 derajat celcius. Kemudian alirkan uap ke dalam ruangan kumbung menggunakan selang, diamkan ruangan beruap hingga delapan jam dengan suhu 70 derajat celcius tersebut.
  • Kemudian buka ventilasi hingga suhu menjadi 45 derajat celcius, kemudian biarkan hingga 70 jam. Pertahankan suhu selama proses sterilisasi tersebut
  • Setelah 70 jam buka pintu dan ventilasi hingga suhu menjadi 32 derajat celcius dan media pun siap untuk digunakan.

Penanaman Bibit Jamur Kancing

Penanaman bibit dilakukan pada media yang memiliki suhu 32 derajat celcius, caranya dengan menebarkan bibit di seluruh permukaan media hingga rata. Perhitungannya adalah untuk tinggi rak 20 cm dan ukuran 3 cm x 1 meter, dibutuhkan maksimal 14 botol bibit berkapasitas 220 cc.

Untuk proses penanaman yang berhasil, miselium atau cikal bakal jamur baru akan terlihat di hari ke-14. Anda harus memastikan suhu media tetap stabil yaitu berkisar 24 – 30 derajat celcius tergantung lokasi media tanam.

Casing

Proses casing adalah penambahan lapisan tanah di atas media tanam dengan tebal maksimal 5 sentimeter, untuk membantu tumbuh kembang dari tubuh jamur kancing. Casing memiliki manfaat untuk mengurangi rusaknya media kompos media tanam, serta memaksimalkan penguapan air agar kelembaban media tetap terjaga selama proses budidaya. Kriteria casing yang baik adalah:

  • pH tanah berkisar 6,2 – 8
  • Warna tanah kecoklatan dan memiliki pori
  • Pastikan tanah bebas dari penyakit dan juga hama tanaman, caranya dengan melakukan sterilisasi.

Proses sterilisasi ideal adalah dengan merendam tanah dengan formalin kadar 40 persen. Perbandingannya adalah dua liter formalin/meter kubik tanah.

Pemanenan Jamur Kancing

Panen jamur kancing bisa dilakukan tiga hari setelah pemberian casing, pada saat miselium sudah muncul dan diameter tudung maksimal 4 sentimeter. Caranya adalah dengan mencabut jamur hingga akarnya, kemudian bersihkan dan siap dipasarkan. Jika tidak langsung dipasarkan, maka Anda bisa menyimpannya di lemari pendingin agar tidak cepat layu dan busuk.

Jamur yang layak jual adalah yang memiliki bentuk bulat sempurna, ukurannya besar dan tidak cacat. Makanya ketika panen Anda harus benar-benar teliti memilih jamur yang benar-benar sempurna agar harga jualnya tidak turun. Tapi kalau untuk konsumsi sendiri, tak masalah ada cacat sedikit, karena yang terpenting adalah rasanya yang empuk dan lezat saat diolah menjadi makanan.

Sangat mudah mencoba cara budidaya jamur kancing di atas, tak perlu biaya mahal sebab kebanyakan bahannya sudah ada di sekitar Anda. Tinggal membeli beberapa pupuk, media tanam, dan menyediakan kumbung serta ruangan khusus. Jika semua tahapan Anda lakukan dengan baik, maka jamur kualitas terbaik yang layak jual akan Anda panen secara rutin. Selamat mencoba!

Saya seorang praktisi sekaligus hobiis di bidang pertanian dan peternakan. Menyukai aquascape, fotografi, dan blogging. Semoga tulisan saya dapat berguna bagi para pembaca. :)

Tinggalkan komentar