Cara Budidaya Ikan Gabus

Ikan Gabus atau yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Snakehead adalah sejenis ikan predator yang hidup di air tawar.

Ikan dengan nama ilmiah Channa striata tersebut hidup di danau, rawa, sungai, dan saluran-saluran air seperti irigasi pada sawah.

Secara fisik, Ikan Gabus cukup besar dan mampu tumbuh hingga mencapai panjang 1 meter. Kepalanya agak gepeng menyerupai kepala ular makanya disebut dengan Snakehead.

Tubuhnya bulat memanjang dan bagian atas tubuhnya memiliki warna gelap.

Sementara itu, bagian bawah tubuhnya berwarna putih dengan bagian sisi tubuhnya biasanya memiliki warna yang menyerupai habitatnya.

Ikan Gabus tersebar luas di daerah Asia Selatan, Tiongkok, dan juga sebagian besar wilayah Asia Tenggara seperti Indonesia.

Ikan Gabus adalah termasuk jenis hewan Dunia Lama atau Old World yaitu jenis Channa dari Asia dan jenis Parachanna dari Afrika.

Ada setidaknya 30 spesies Ikan Gabus dari kedua jenis tersebut. Indonesia memiliki beberapa spesies Ikan Gabus di setiap pulaunya.

Sebenarnya nilai ekonomi dari Ikan Gabus termasuk tinggi, seperti misalnya hasil olahan asinan Ikan Gabus memiliki harga yang cukup mahal.

Selain itu, Ikan Gabus juga berperan membantu petani untuk memusnahkan hama yang ada di sawah, contohnya yaitu keong.

Ikan Gabus juga kaya akan albumin yang diperlukan tubuh manusia setiap harinya.

Melihat manfaat dari Ikan Gabus tersebut, apakah Anda tertarik untuk membudidayakannya?

Jika iya, cobalah simak ulasan singkat berikut ini.

1. Lingkungan Hidup Ikan Gabus

Langkah pertama yang penting dalam budidaya Ikan Gabus adalah mengetahui lingkungan hidupnya terlebih dahulu.

Agar nantinya Anda bisa menentukan lokasi yang tepat sesuai dengan habitat asli Ikan Gabus di alam.

Syarat hidup Ikan Gabus diantaranya adalah:

  1. Idealnya Ikan Gabus dibudidayakan di dataran rendah dengan ketinggian kurang dari 800 mdpl dengan suhu air optimum antara 28 – 31 °C.
  2. Tingkat keasaman atau pH air yang baik untuk hidup Ikan Gabus adalah pH netral atau agak alkalis yaitu antara 7 – 7,5.

Sebenarnya Ikan Gabus memiliki daya tahan yang tinggi untuk hidup di berbagai lokasi bahkan di kolam air limbah sekalipun.

Ikan Gabus dapat tetap produktif asalkan kaya akan makanan seperti plankton. Namun, lebih baik buatlah tempat yang sesuai syarat hidupnya.

2. Penentuan dan Pemilihan Tempat Budidaya

Setelah mengetahui syarat hidup Ikan Gabus, hal selanjutnya yang dapat Anda lakukan adalah menentukan dan memilih tempat budidaya.

Ada beberapa opsi yang bisa Anda pilih yaitu, kolam tanah, kolam terpal, atau kolam beton, sesuai dengan kesanggupan Anda.

1. Kolam Tanah

Kolam tanah dibuat langsung dari media tanah sehingga cara membuatnya pun terbilang cukup sederhana.

Anda tingga menggali tanah dengan kedalaman tertentu sesuai daya tampung yang Anda inginkan dan dibuat penimbunan di sisi kolam.

Air yang digunakan dalam kolam tanah biasanya berasal dari anak sungai atau saluran air yang dialiri ke dalam kolam dan jangan lupa dibuat sirkulasi air yang baik.

Keunggulan memilih kolam tanah

  1. Ikan Gabus dapat mendapatkan pakan alami lebih tinggi sehingga membantu dalam proses budidaya serta bisa menjaga ikan dalam keadaan sehat.
  2. Pakan alami tersebut berpotensi akan hidup dan berkembang biak langsung di dalam kolam seperti jenis ikan kecil, udang air tawar, dan zat-zat renik.
  3. Pergantian air tidak perlu dilakukan sebab bersumber dari aliran air sungai sehingga bisa terjadi secara alamiah.
  4. Lebih baik lagi jika dilakukan pemupukan terlebih dahulu pada tanah yang ingin dijadikan kolam agar kandungan nutrisinya bisa bertambah.

2. Kolam Terpal

Selain menggunakan kolam tanah, sekarang banyak budidaya ikan yang memilih kolam terpal sebagai tempatnya.

Penggunaan kolam terpal memang cenderung lebih praktis, rendah biaya, dan fleksibel dibanding kolam lainnya.

Keunggulan memilih kolam terpal

  1. Kolam terpal cocok diterapkan pada daerah yang tidak memiliki air melimpah, seperti daerah berpasir atau di pesisir pantai.
  2. Terpal juga terbukti mampu menjaga kestabilan suhu kolam, karena bisa menahan fluktuasi atau perubahan suhu kolam dengan pemberian alas sekam di dasar kolam terpal.
  3. Berbeda dengan kolam tanah, penggunaan kolam terpal akan meminimalisir bau lumpur dan bau tanah pada ikan yang dihasilkan.
  4. Selain itu, karena minim kandungan lumpur maka proses panen pada kolam terpal juga cenderung lebih mudah dan cepat.
  5. Kebersihan pada kolam terpal juga relatif stabil, makanya jarang ditemukan adanya penyakit atau hama tertentu yang menyerang ikan budidaya.

3. Kolam Beton

Kolam yang terbilang awet dan tahan lama adalah Kolam Beton. Sebab kolam tersebut memang memerlukan persiapan dan perawatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kolam jenis lain.

Keunggulan memilih kolam beton

  1. Air yang dialiri pada kolam beton cenderung lebih higienis atau tidak mudah kotor dibandingkan dengan kolam tanah.
  2. Jauh lebih awet dan tahan lama sehingga cocok digunakan untuk budidaya yang lebih intensif.
  3. Mudah dibersihkan sewaktu panen dan pasca panen.
  4. Ikan yang dihasilkan tidak berbau tanah dan lumpur.

3. Memilih Indukan Ikan Gabus

Sebelum mulai melakukan budidaya, Anda juga wajib memilih indukan Ikan Gabus yang sehat dan produktif agar nantinya bisa bereproduksi dan tumbuh dengan baik.

Untuk mengetahui Ikan Gabus jantan dan betina Anda bisa mengetahuinya dengan cara berikut:

Ikan Gabus betina biasanya memiliki bentuk kepala oval sedangkan Ikan Gabus betina memiliki kepala berbentuk bulat.

Warna tubuh Ikan Gabus jantan cenderung lebih gelap sedangkan Ikan Gabus betina berwarna kontras yang cukup terang.

Lubang genital pada Ikan Gabus jantan berwarna merah dan jika ditekan akan keluar cairan benih sedangkan pada Ikan Gabus betina jika ditekan pada bagian perut akan mengeluarkan telur, bertekstur lembek, dan cenderung berukuran lebih besar.

4. Pemijahan

Apabila indukan Ikan Gabus yang sehat dan produktif telah Anda pilih maka selanjutnya mulailah untuk melakukan pemijahan.

Pemijahan adalah proses pelepasan telur dan sperma ikan yang nantinya akan menghasilkan pembuahan.

Berikut cara-cara yang bisa dilakukan:

  1. Campurkan beberapa indukan Ikan Gabus jantan dan betina setidaknya 20 – 30 indukan pada sebuah bak atau kolam pemijahan.
  2. Bak atau kolam pemijahan tersebut biasanya dibuat berukuran 7 x 4 x 2 m untuk jumlah indukan tersebut.
  3. Tambahkan air pada bak atau kolam pemijahan setinggi 50 cm dan biarkan airnya mengalir, jangan lupa aturlah suhu kolam sekitar 28 °C.
  4. Diamkan selama kurang lebih 3 – 4 hari, biasanya dengan jumlah tersebut Ikan Gabus betina mampu menghasilkan hingga 11.000 butir telur.
  5. Telur-telur Ikan Gabus akan menetas dalam waktu kurang dari sehari.
  6. Setelah itu, biarkan anakan Ikan Gabus yang telah menetas karena mereka masih memiliki cadangan makanan yang mampu bertahan hingga kurang lebih 2 hari.

5. Perawatan Larva atau Burayak

Kemudian setelah anakan Ikan Gabus menetas yang sering disebut dengan larva atau burayak.

Anda juga perlu untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan, bisa dilakukan pada kolam pemijahan dengan memisahkan indukan atau pada kolam berbeda, caranya:

  1. Perawatan larva atau burayak yang berumur 2 hari.
  2. Karena larva atau burayak tersebut masih menyimpan cadangan makanan yang bisa bertahan hingga 2 hari, maka setelah itu Anda wajib memberinya pakan seperti Artemia. Berikan pakan 3 kali sehari agar larva atau burayak bisa tumbuh cepat.
  3. Perawatan larva atau burayak yang berumur 5 hari.
  4. Setelah larva atau burayak berumur 5 hari, jangan lupa tetap berikan pakan minimal 3 kali sehari dan sebaiknya Anda mulai untuk memberikan pakan tambahan seperti Daphnia. Jangan lupa ganti air kolam dan atur kelancaran sirkulasi air kolam.

6. Penebaran atau Pendederan

Penebaran atau pendederan dilakukan saat larva atau burayak telah berumur 2 minggu.

Pada umur tersebut, Ikan Gabus anakan siap untuk dipindah ke dalam kolam budidaya yang telah Anda buat sebelumnya, bisa berupa kolam tanah, kolam terpal, atau kolam beton.

Anakan atau benih Ikan Gabus ditebar dengan kepadatan sekitar 20 – 30 ekor/liter.

Apabila benih berukuran 3 – 5 cm maka tebarkan dengan kepadatan 1000 – 1500 ekor/meter persegi. Sebaiknya proses penebaran atau pendederan tersebut dilakukan saat pagi hari.

Jangan lupa aturlah kedalaman air kolam sekitar 30 – 40 cm. Lalu setelah 2 hari, jangan lupa berikan setidaknya 1 – 2 kg tepung pelet atau pakan ikan yang telah direndam.

Anda juga bisa menambahkan pakan lain berupa kutu air atau cacing sutera sebanyak 3 – 5 kali sehari.

Pakan Ikan Gabus juga dapat berupa ikan-ikan kecil atau ikan rucah. Pakan buatan seperti tepung pelet untuk Ikan Gabus sebaiknya memiliki kandungan protein setidaknya 40%, karena anakan Ikan Gabus membutuhkan protein yang banyak untuk pertumbuhan.

7. Pembesaran Ikan Gabus

Kegiatan pembesaran atau fattening dilakukan untuk menghasilkan Ikan Gabus konsumsi atau untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Biasanya diperlukan benih berukuran 8 – 12 cm dengan berat 10 – 20 g/ekor untuk menghasilkan ikan gabus dengan ukuran 500 g/ekor.

Benih yang digunakan harus sehat, berukuran seragam, dan lincah, oleh sebab itu seleksilah benih yang tidak memenuhi kriteria tersebut. Untuk pembesaran Ikan Gabus, kepadatan kolam sebaiknya 50 – 100 ekor/meter persegi dan kedalaman air 80 – 100 cm.

Selama pembesaran Ikan Gabus, Anda dapat memberikan pakan seperti pelet namun bisa juga menyediakan pakan alternatif seperti anakan rayap, sisa daging ampasan, atau ikan teri.

Anda juga bisa membuat campuran pakan sendiri dengan cara-cara sebagai berikut:

  1. Pilih bahan berupa ampas tahu, bekatul, ikan teri, dan jagung.
  2. Rebus keseluruhan bahan tersebut dan giling menjadi satu.
  3. Jemur semua pakan tersebut setelah dirasa bahan tercampur dengan rata.

Karena sifat Ikan Gabus yang predator dan juga kanibal, Anda pun harus selalu melakukan pengontrolan sesering mungkin pada kolam pembesaran.

Sebab jika Anda telat memberi pakan, maka bisa terjadi saling memangsa antara Ikan Gabus yang dapat menjadi kerugian.

8. Panen

Panen dapat Anda lakukan secara bertahap di dalam tiap kolam yang Anda miliki.

Hal tersebut menjadi keunggulan tersendiri terutama karena daya tahan hidup tinggi yang dimiliki Ikan Gabus.

Selain itu ada beberapa tips yang perlu diperhatikan saat proses panen:

  1. Lakukan penyortiran atau pemisahan setidaknya sebulan sekali.
  2. Penyortiran dilakukan dengan memilih ukuran Ikan Gabus yang sama besar dan memisahkan dengan ukuran yang lebih kecil atau lebih besar.
  3. Kelompokkan Ikan Gabus tersebut berdasarkan bentuk fisik dan besar ukuran.
  4. Jual Ikan Gabus sesuai dengan ukuran tersebut dan kebutuhan pasar yang tersedia.

Demikian cara budidaya Ikan Gabus, ikan predator yang terkenal memiliki daya tahan hidup tinggi tersebut ternyata memiliki potensi yang masih terbuka lebar.

Apalagi karena nilai ekonomis Ikan Gabus tinggi, sehingga bisa menjadi sumber pendapatan. Salam budidaya!

Mas Budi

Saya seorang praktisi sekaligus hobiis di bidang pertanian dan peternakan. Menyukai aquascape, fotografi, dan blogging. Semoga tulisan saya dapat berguna bagi para pembaca. :)

Tinggalkan komentar