Cara Budidaya Cacing Darah

Pakan ternak ikan bukan hanya cacing sutra saja lho, melainkan juga ada cacing darah yang dapat dijadikan alternatif pakan ternak ikan.

Dari hasil penelitian sejumlah pakar peternakan, ditemukan bahwa cacing darah juga jadi salah satu makanan yang bergizi untuk berbagai jenis ikan, terutama ikan hias.

Cara budidaya cacing darah yang juga tergolong mudah, membuatnya sangat banyak ditemukan di berbagai pembibitan pakan ikan dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Perbedaan Cacing Darah dan Cacing Sutra

Banyak orang yang keliru membedakan antara cacing sutra dan cacing darah, karena sepintas keduanya sangat mirip. Tapi sebenarnya kedua hewan ini punya perbedaan yang signifikan.

Cacing darah termasuk ke dalam klasifikasi serangga, ia adalah larva yang ketika besar akan menjadi nyamuk yang makan sari bunga, sedangkan cacing sutra termasuk dalam golongan cacing dari keluarga Annelida.

Perbedaan lainnya adalah postur tubuh, cacing darah memiliki ukuran pendek beruas dengan warna tubuh merah menyala, sedangkan cacing sutra bentuknya seperti helaian rambut berwarna merah lebih muda dan hidup dalam koloni atau gerombol.

Kandungan protein pada cacing darah lebih sedikit yaitu hanya 62,5 persen sedangkan cacing sutra mencapai 75 persen dari total kandungan di dalam tubuhnya.

Proses Budidaya Cacing Darah

Berikut adalah langkah-langkah budidaya cacing darah:

1. Menyiapkan Bibit Cacing Darah

Bibit merupakan bagian penting dalam sebuah proses budidaya, termasuk cacing darah. Untuk menghasilkan cacing darah dengan kualitas terbaik, dibutuhkan bibit yang juga berkualitas.

Bagaimana kriterianya?

  • Memiliki daya tahan tinggi dan hidup lebih lama dari bibit lainnya, hal ini bisa dilihat dari saat awal Anda mendapatkan bibit hingga proses persiapan bibit untuk dibudidayakan. Ketika gerakannya melemah, maka cacing tersebut masuk kategori tidak baik untuk dikembangkan.
  • Berada di dasar air, berbentuk seperti rambut kusut namun bergerak.
  • Pergerakan bibit yang baik adalah yang aktif dibandingkan yang lain.

Cara untuk mempersiapkan bibit unggul yaitu Anda harus memisahkan bibit yang memenuhi kriteria di atas ke dalam baskom atau ember yang sudah diisi dengan air bersih.

Proses pemisahan ini bisa juga disebut sebagai proses karantina, karena bibit unggul ini akan dipelihara selama tiga hari dengan pemberian makanan yang rutin.

Selama proses karantina, air di dalam wadah harus terus mengalir dengan arus rendah, hal ini untuk menghilangkan bakteri, kuman, dan zat lainnya yang bisa saja membuat bibit terkontaminasi dan sakit saat akan dibudidayakan.

Anda bisa menyetel pompa air untuk memastikan air mengalir dengan durasi sedang atau kecil.

2. Menyiapkan Media Budidaya

Beda dengan pembudidayaan cacing sutra, cacing darah lebih baik dibudidayakan pada kolam atau kotak plastik berisi air mengalir bukan lumpur.

Cara mempersiapkan medianya adalah:

  • Persiapkan wadah seperti kotak atau baskom yang ukurannya besar.
  • Siapkan juga air bersih yang bisa mengalir lancar ke dalam kotak tersebut.
  • Manfaatkan pompa air untuk mengalirkan air tanpa henti dengan kekuatan sedang.
  • Makin banyak bibit yang akan dibudidayakan, maka makin banyak media kotak yang harus dipersiapkan. Untuk kelancaran proses pengembangan cacing darah dan aliran air media ini harus diletakkan secara berjejer, lalu letakkan pompa dan saluran air pada rak khusus yang terletak di bagian atas kotak budidaya.

3. Memindahkan Bibit

Ketika media sudah dipastikan siap pakai, maka saatnya untuk memindahkan bibit dari area karantina pada media budidaya.

Tapi Anda harus pastikan untuk memindahkan bibit dengan ekstra hati-hati, agar tidak mati atau terkontaminasi dengan bahan lain di luar media budidaya.

Pastikan juga memindahkan bibit tidak menggunakan tangan, tapi jaring ikan atau sendok khusus.

Lakukan pemindahan pada pagi atau sore hari, dengan proses yang cepat. Yaitu bawa media karantina ke dekat media budidaya, kemudian ambil bibit menggunakan alat saring atau sendok, kemudian langsung masukkan ke dalam kotak berisi air mengalir yang sudah disiapkan.

Lakukan perlahan hingga semua cacing masuk ke dalam media dengan baik.

4. Pemeliharaan dan Perawatan

Beberapa trik dalam masa pemeliharaan dan perawatan cacing darah harus Anda terapkan, agar cara budidaya cacing darah terealisasi dengan sempurna menghasilkan cacing layak jual.

Apa saja triknya?

  1. Pertama adalah lakukan pemeriksaan kondisi media dua hari sekali, termasuk kandang yang sudah di buat cacing di dalam air. Jangan biarkan parasit atau hama apapun hidup pada area budidaya tersebut.
  2. Kedua adalah memastikan aliran air ke dalam kotak budidaya tidak macet karena akan berakibat pada macetnya distribusi oksigen di dalam air. Jika dibiarkan akan mengakibatkan cacing stres dan berujung pada kematian dan kegagalan budidaya. Tekanan air yang disemburkan jangan terlalu kencang, agar tidak merusak tubuh cacing darah.
  3. Ketiga yaitu memastikan suhu air dalam media budidaya tetap stabil pada suhu ruang. Anda wajib mengecek suhu secara berkala. Karena ketika suhu terlalu panas atau terlalu dingin, akan mengakibatkan cacing gampang stres.

5. Pemberian Pakan

Jenis pakan yang diberikan disesuaikan dengan umur cacing dan jumlah cacing di dalam satu media budidaya.

Pilihlah pakan yang berkualitas dan terbuat dari bahan organik, Anda bisa mendapatkannya dari toko penjualan pakan ternak cacing.

Biasanya, penjual sudah mempersiapkan pakan organik yang sudah difermentasikan, jadi Anda tak perlu susah membuat pakan sendiri dengan proses yang panjang.

Selain pakan organik, Anda juga bisa menambahkan tepung ikan yang bisa didapat di toko bahan makanan.

Bisa juga ditambah dengan ampas tahu, karena pakan alami yang satu ini sudah terbukti punya kandungan tepat untuk tumbuh kembang cacing darah.

Tapi, tetap pastikan tekstur dari pakan sudah sangat lembut dan mudah hancur, ini untuk memudahkan cacing dalam mencerna pakan tersebut.

Pakan organik di atas bisa Anda berikan pada dua minggu pertama, setelah pemindahan benih dari media karantina ke media budidaya.

Sedangkan untuk minggu berikutnya, pakan bisa diganti dengan campuran sari dan kotoran ayam yang sudah difermentasikan terlebih dahulu. Anda juga bisa mendapatkan pakan ini di toko yang menjual pakan ternak.

6. Pemanenan Cacing Darah

Sebelum memanen cacing darah, Anda harus memerhatikan hal berikut:

  1. Panen bisa dilakukan pagi hari atau pada sore hari.
  2. Pastikan usia cacing sudah maksimal 75 hari terhitung dari pemindahan benih dari wadah karantina ke media budidaya.
  3. Pastikan media ditutup dengan kain berwarna gelap, atau berada di ruangan gelap selama maksimal enam jam sebelum cacing dipanen. Ini adalah cara untuk membuat cacing naik ke permukaan air tanda siap dipanen.
  4. Pastikan memindahkan cacing yang sudah mengapung menggunakan sendok atau jaring ikan.
  5. Masukkan cacing hasil panen ke dalam wadah yang berisi air bersih
  6. Jangan terlalu lama menyimpan hasil panen, usahakan untuk langsung dijual pada konsumen agar kualitas cacing darah tidak menurun. Hal tersebut karena akan berimbas pada harga jual dari cacing tersebut.

Setelah membaca panduan di atas, kini Anda telah mengetahui cara membudidayakan cacing darah secara sederhana. Manakah yang Anda pilih, membudidayakan cacing darah atau cacing sutra?

Keduanya memang punya tempat khusus di hati para peternak ikan, karena terbukti membantu meningkatkan kualitas ternak, apalagi untuk kebutuhan bisnis.

Yuk coba budidaya cacing sekarang, agar bisa mempraktikkan ilmu di atas dengan baik dan hasilnya bisa memuaskan diri juga kantong Anda!

Mas Budi

Saya seorang praktisi sekaligus hobiis di bidang pertanian dan peternakan. Menyukai aquascape, fotografi, dan blogging. Semoga tulisan saya dapat berguna bagi para pembaca. :)

Tinggalkan komentar