Budidaya Jangkrik

Jangkrik merupakan serangga yang berkerabat dengan belalang, memiliki tubuh yang rata dan antena yang panjang. Jangkrik mempunyai sebutan lain yaitu cengkerik.

Suara khas jangkrik sangat dikenal oleh banyak orang. Suara jangkrik ini digunakan untuk menarik perhatian dari jangkrik betina atau menolak jangkrik jantan lainnya.

Jangkrik dimanfaatkan sebagai pakan burung kicau, umpan pancing, atau diolah menjadi pangan yang bernutrisi.

Kandungan nutrisi di dalam jangkrik sangat tinggi dan layak dijadikan sebagai bahan pangan. Karena itu, budidaya jangkrik banyak diminati oleh pengusaha.

Harga jangkrik juga terbilang cukup mahal yaitu sekitar 90.000/kg atau bisa lebih dari harga tersebut. Untuk budidaya jangkrik ini harus menggunakan tempat khusus tidak bisa di lingkungan tempat tinggal.

Cara Budidaya Jangkrik

Sekarang kita bahas saja langsung cara budidaya jangkrik dengan lengkap.

Lokasi Kandang Jangkrik

Hal pertama yang dilakukan adalah pemilihan lokasi kandang jangkrik. Jangkrik membutuhkan tempat yang menyerupai habitat aslinya yaitu di alam.

Maka dari itu, buatlah kandang yang menyerupai habitat aslinya. Persyaratan yang harus dipenuhi ketika ingin membuat kandang jangkrik yaitu:

  • Lokasi pemilihan tempat sebaiknya harus yang sunyi, tenang, teduh serta mendapat sirkulasi yang baik untuk suhu ruangan.
  • Cari lokasi yang jauh dari keramaian seperti pasar, jalan raya, dan sebagainya.
  • Lokasi sebaiknya juga jauh dari kegiatan manusia yang lalu lalang, sesuatu yang tidak berkaitan dengan budidaya.
  • Ruangan yang digunakan tidak boleh terkena matahari langsung.
  • Sebaiknya jauh dari pepohonan guna untuk menyerap panas matahari secara bebas.
  • Jauh dari kandang ayam, kandang bebek, atau apapun yang mengganggu.
  • Hindari lokasi yang banyak predator seperti semut, cicak, tokek, atau lainnya. Namun hal ini dapat diminimalisir.

Rumah Kandang Jangkrik

Setelah memilih lokasi untuk penempatan jangkrik, membuat rumah atau gubuk untuk penempatan kandang jangkrik yang akan diletakkan. Kriteria untuk membuat rumah kandang jangkrik adalah:

  • Lantai dasar bisa menggunakan tanah langsung, tidak perlu dilantai atau disemen, asalkan tanah tersebut tidak terlalu lembab atau tanah dalam keadaan kering.
  • Lantai diusahakan tinggi, guna mengantisipasi disaat musim hujan.
  • Tembok semi batako, yaitu sekitar 1,5m batako.
  • Tembok juga dapat dibuat dari bambu dan bagian luar diberi terpal sebagai penutup untuk menjaga suhu lingkungan.
  • Atap berupa asbes. Asbes digunakan untuk mengatur suhu agar tetap hangat walau sedang musim hujan.
  • Tinggi atap miring 2,5m-3,5/4m. Jangan buat atap terlalu tinggi agar ruangan tetap hangat.

Selanjutnya pembuatan kandang yang dapat diatur sesuai keinginan. Tetapi tetap mengikuti kriteria seperti di atas untuk memudahkan dalam beradaptasi saat pergantian musim.

Kandang Jangkrik Ideal

Membuat kandang jangkrik ideal bermanfaat agar jangkrik bisa hidup dan berkembang sepanjang tahun. Hal ini sangat penting karena lingkungan aslinya. Jangkrik hanya berkembang biak pada musim tertentu sesuai dengan kondisi alam.

Kandang jangkrik dapat dibuat menggunakan triplek yang dirancang menyerupai peti lalu diberi kaki-kaki atau penyangga supaya terhindar dari semut.

Pada kaki-kaki tersebut diberi wadah berupa botol aqua yang dipotong dan diisi dengan oli bekas. Hal ini dilakukan guna meminimalisir predator naik ke kandang.

Oli bekas berfungsi sebagai pembunuh predator yang hendak naik dan predator akan masuk ke dalam oli. Kalau pakai air biasa tidak menjamin semut akan terperangkap di dalamnya.

Dinding jangkrik juga sebaiknya diolesi lumpur sawah. Supaya jangkrik merasa sedang berada di lingkungan aslinya. Pada bagian atas dinding sebaiknya dilapisi selotip atau solasi agar jangkrik tidak kabur.

Pembuatan Kandang Jangkrik

Langkah-langkah yang digunakan untuk membuat kandang jangkrik yang ideal:

  • Kotak terbuat dari tripleks atau papan. Ukuran panjang 100 cm dengan lebar 60 cm dan tinggi 30-40 cm.
  • Gunakan lem atau semen pada setiap sambungan dan sudut peti. Berguna agar jangkrik yang baru menetas tidak dapat keluar lewat celah-celah sudut papan.
  • Permukaan bagian atas atau tutupnya harus bisa dibuka dengan menggunakan engsel.
  • Pada sisi belakang dan bagian depan diberi lubang ventilasi. Ukuran lubang sekitar 50 x 7 cm, dengan posisi sekitar 10 cm dari atas. Ventilasi ditutup dengan kawat ukuran halus.
  • Pada sisi pinggir kandang diberi celah atau diberi pegangan guna memudahkan untuk pemindahan kandang.
  • Pada sekeliling sisi bagian dalam, sekitar 10 cm dari atas diberikan solatip agar jangkrik tidak merayap ke atas.
  • Pasang kaki-kaki penyangga pada bagian setiap sudut. Tingginya sekitar 10 cm. Dibawah kaki penyangga diletakkan mangkuk yang diisi oli bekas agar predator tidak naik ke atas.

Kandang jangkrik juga dapat dibuat bersusun, supaya dapat menghemat tempat. Kandang jangkrik diletakkan di tempat yang gelap dan tidak terkena matahari secara langsung.

Media Hidup Jangkrik

Untuk bisa hidup seperti di alam gunakan karpet telur atau TRE yang ditumpuk bersusun di dalam kandang. TRE berfungsi sebagai tempat jangkrik beraktifitas. Di sela-sela TRE ini jangkrik bertelur hingga panen.

Sebaiknya TRE yang akan digunakan dijemur selama 6 jam terlebih dahulu supaya bakteri dan kuman penyakit yang ada mati.

Persiapan Bibit Jangkrik

Untuk bibit jangkrik yang diternak biasanya menggunakan jenis G. Miratus dan G. Testaclus. Bibit ini bisa didapatkan di toko pakan yang menyediakan pakan hidup. Jenis jangkrik lain juga dapat digunakan, tetapi ada jenis yang lambat perkembangbiakannya.

Bibit juga bisa didapatkan dari alam. Bibit yang didapatkan dari alam mampu menghasilkan banyak jangkrik dan lebih bagus hasil panen nya. Kalau sulit, sekurang-kurangnya dapatkan bibit jangkrik jantan dari alam. Karena indukan jantan dari alam hasil tangkapannya lebih agresif.

Ciri-ciri induk jangkrik : antena masih panjang, seluruh anggota badan masih lengkap, bisa melompat jauh dan gesit, badannya berwarna gelap dan mengkilap. Jangan pilih jangkrik yang bila dipegang mengeluarkan cairan. Induk jantan mengeluarkan derikan yang keras.

Permukaan sayap bergelombang dan kasar. Induk betina ada ovipositor pada bagian ekornya, ekornya ada tiga bagian, dan bagian tengah merupakan ovipositor dan ukurannya besar.

Cara membedakan induk betina dan jantan dapat dilihat dari ekornya. Jangkrik jantan mempunyai dua helai ekor sedangkan betina memiliki tiga helai ekor. Yang bagian tengahnya merupakan ovipositor jangkrik betina.

Mengawinkan Jangkrik

Mengawinkan jangkrik dilakukan supaya memperoleh telur yang banyak. Tempat yang digunakan untuk mengawinkan diusahakan berbeda dengan tempat pembesaran.

Kandang dibuat sesuai dengan habitat aslinya. Jangkrik yang dikawinkan harus berasal dari spesies yang sama. Bila indukan ber spesies berbeda maka perkawinan tidak akan terjadi.

Kawinkan jangkrik dengan memasukkan indukan betina dan jantan dengan perbandingan 10 : 2.

Dalam kandang perkawinan siapkan bak pasir atau tanah. Ini berguna sebagai tempat peneluran. Selama masa perkawinan, jangkrik jantan akan mengeluarkan suara derik terus menerus.

Sementara, jangkrik betina yang telah dibuahi akan bertelur. Selama masa perkawinan, jangkrik harus mendapatkan asupan makan yang cukup. Contoh pakan jangkrik seperti kubis, sawi, kangkung, bayam, dan jenis sayuran hijau lainnya.

Buang pakan sisa setiap hari supaya kandang tetap bersih.

Telur jangkrik juga bisa didapatkan dari peternak lain apabila proses mengawinkan tidak bisa dilakukan sendiri.

Jika sudah mempunyai telur jangkrik, perlakukan telur jangkrik supaya dapat menetas. Telur jangkrik akan menetas setelah 7-10 hari terhitung dari hari perkawinan.

Maksimal setelah 5 hari betina bertelur, pisahkan telur-telur tersebut supaya induk jangkrik tidak memakan telurnya sendiri.

Pindahkan telur ke dalam kandang penetasan telur yang sekaligus untuk pembesaran anakan. Warna telur yang telah dibuahi akan berubah menjadi keruh, biasanya telur menetas setelah 4-6 hari.

Gunakan secarik kain supaya tempat tetap hangat. Kelembaban kandang harus terus dijaga dengan penyemprotan air atau menutup kandang dengan karung goni.

Pemberian Pakan

Hari sebelum telur menetas sebaiknya pakan sudah diberikan di kandang anakan tersebut.

Jangkrik yang baru menetas, berumur 1-10 hari diberikan pakan ayam, yang terbuat dari kacang kedelai, beras merah, dan jagung kering yang dihaluskan.

Setelah lewat 10 hari, anakan jangkrik dapat diberi makan sayuran.

Pemeliharaan Kandang Jangkrik

Kandang jangkrik juga perlu dirawat. Agar kandang selalu terjaga. Kelembaban pada kandang juga perlu dijaga. Pastikan pemberiaan pakan selalu terjaga. Usahakan selalu buang sisa makanan yang ada di kandang, jangan sampai membusuk.

Kandang yang baru dibuat sebaiknya dicuci terlebih dahulu, agar tidak berbau vinil. Dengan cara lumuri dengan lumpur sawah pada bagian permukaannya dan dijemur hingga kering.

Periksa oli pada bagian bawah kaki penyangga. Tambah oli atau ganti dengan yang baru. Jangan sampai habis supaya predator tidak bisa naik ke kandang.

Pemanenan

Setelah merawat jangkrik selama 1 bulan atau lebih, maka jangkrik sudah bisa dipanen.

Ada dua jenis hasil panen dari ternak jangkrik ini, yaitu telur jangkrik dan juga jangkrik dewasa. Biasanya harga telur jangkrik lebih mahal dibanding harga jangkrik itu sendiri.

Leave a Comment